Gempa Bumi Palu Donggala

Korban Gempa Palu Dikenakan Biaya Perawatan Jutaan Rupiah, Begini Pembelaan Pihak RSUD Lasinrang

Humas RSUD Lasinrang Pinrang Yanti Masud tak menampik adanya pemungutan biaya itu.

Korban Gempa Palu Dikenakan Biaya Perawatan Jutaan Rupiah, Begini Pembelaan Pihak RSUD Lasinrang
Hery Syahrullah/tribunpinrang.com
RSUD Lasinrang di Kecamatan Watang Sawitto Ibu kota Kabupaten Pinrang. Pinrang 185 kilometer utara Kota Makassar Ibu kota Provinsi Sulsel, berbatasan Kabupaten Polawali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Nasib malang dialami Hj Hadayang, korban bencana alam gempa dan tsunami Palu-Donggala yang mengungsi di Pinrang.

Pasalnya, ia dikenakan biaya administrasi saat menjalani perawatan medis di RSUD Lasinrang Pinrang.

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, Minggu (7/10/2018), Hadayang memilih mengungsi ke rumah keluarganya di Kampung Ammani, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, setelah selamat dari bencana di Palu.

"Kami tentu sangat menyayangkan, kerabat kami masih dimintai biaya saat diawat inap di RSUD Lasinrang Pinrang," keluh salah seorang kerabat korban, Tullah

Padahal, katanya, Pemerintah sudah menggratiskan biaya perawatan untuk korban gempa dan tsunami Palu.

"Sepengatahuan saya demikian," ucap Tullah.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mencoba upaya lain agar Hadayang bisa dirawat secara gratis di RSUD Lasinrang. Termasuk menggunakan Kartu BPJS. Namun, pihak RS menolak hal tersebut lantaran beralamat Kota Palu.

"Kami pun dengan terpaksa minta keluar, usai dirawat inap selama dua hari. Kami bayar sebesar Rp1,7 juta," jelas Tullah.

Terpisah, Humas RSUD Lasinrang Pinrang Yanti Masud tak menampik adanya pemungutan biaya itu.

Hanya saja, hal itu dilakukan lantaran diagnosa korban itu terindikasi penyakit dalam dan harus dirawat di ruang Eterna.

"Biaya yang dikenakan berdasarkan data di RS itu Rp 1,3 juta. Teman-teman perawatan mungkin berpikir bahwa penyakit korban saat dirawat tidak ada hubungannya dengan bencana alam di sana, makanya dibuatkan administrasi pembayaran sebagaimana pasien pada umumnya," kata Yanti.

Ia menegaskan, sudah ada beberapa korban pengungsi Palu-Donggala yang dirawat di RSUD Lasinrang dan tidak dibebankan biaya.

"Semua gratis sesuai aturan Kemenkes," jelasnya.

Yanti menambahkan, hal tersebut telah dilaporkan ke Direktur RSUD Lasinrang Pinrang untuk dicarikan jalan keluar. (*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help