Bela Tanah Adat, Massa Forum Aliansi Masyarakat Toraja Unjuk Rasa di PN Makale, Senin Pagi

Massa pengunjung rasa terdiri dari Tokoh Adat Balele, mahasiswa, keluarga besar SMA Negeri 2 Toraja Utara dan elemen masyarakat.

Bela Tanah Adat, Massa Forum Aliansi Masyarakat Toraja Unjuk Rasa di PN Makale, Senin Pagi
risnawati/tribuntoraja.com
Konferensi pers Forum Aliansi Masyarakat Toraja di Cafe Cimsky, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Minggu (7/10/2018) malam. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Forum Aliansi Masyarakat Toraja bakal berunjuk rasa serta melakukan aksi damai di Pengadilan Negeri Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Senin (8/10/2018) besok.

Hal itu disampaikan perwakilan Forum Aliansi Masyarakat Toraja saat mengadakan konferensi pers di Cafe Cimsky, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Minggu (7/10/2018) malam.

Massa pengunjung rasa terdiri dari  Tokoh Adat Balele, mahasiswa, keluarga besar SMA Negeri 2 Toraja Utara dan elemen masyarakat.

Aksi itu terkait tanah lapangan gembira yang dimenangkan pengugat di Pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar.

"Titik aksi besok di kantor DPRD, kemudian menyebrang ke halaman kantor Bupati menyampaikan aspirasi dan aksi moral selanjutnya berangkat ke PN Makale," ujar kordinator lapangan, Yulianus Sarira.

Pendemo mendesak Pemkab Toraja Utara menangani permasalahan lahan lapangan gembira.

Konferensi pers Forum Aliansi Masyarakat Toraja di Cafe Cimsky, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Minggu (7/10/2018) malam.
Konferensi pers Forum Aliansi Masyarakat Toraja di Cafe Cimsky, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Minggu (7/10/2018) malam. (risnawati/tribuntoraja.com)

Baca: Kenang 100 Hari Wafatnya Aktor Tino Saroengallo, TFF Gelar Pemutaran Film di Toraja Utara

Dalam persidangan sengketa lahan iut, Pemkab kalah dua kali dan dimenangkan oleh ahli waris yakni H Ali yang tidak lain orangtua dari Ketua Mahkamah Agung RI, Hatta Ali.

"Jadi kita turun untuk mendorong dan mendukung, dalam hal ini menyemangati pemerintah menempuh pengadilan yang sementara berlanjut kasasi," jelasnya.

"Bersama warga Toraja mari mengawal ketidakadilan ini, di saat Palu berduka, Toraja Utara juga sebenarnya berduka dimana kita menyewah tanah kita sendiri, dan ini aneh," tambah Yulianus.

Wakil Ketua DPRD, Samuel T Lande yang ikut dalam konferensi pers mengatakan, DPRD akan mengawal melaksanakan fungsinya yakni memantau bagaimana proses hukum diadakan pemerintah yang kedepan akan berdampak untuk semua orang Toraja.

"Pemkab Toraja Utara sudah kalah dua kali, ini bisa berdampak di dunia pendidikan dan fasilitas publik yang ada seperti Dispora, Puskesmas, bangunan sekolah dan bangunan Pemprov lainnya," jelasnya.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help