Kenang 100 Hari Wafatnya Aktor Tino Saroengallo, TFF Gelar Pemutaran Film di Toraja Utara

Ide pemutaran film dokumenter karya Alm Tino Saroengallo muncul dari diskusi para produser dan sutradara

Kenang 100 Hari Wafatnya Aktor Tino Saroengallo, TFF Gelar Pemutaran Film di Toraja Utara
risnawati/tribuntoraja.com
Toraja Film Festival (TFF) akan memutar film karya terakhir aktor, penulis, sutradara serta produser film ternama berdarah Toraja, Almarhum (Alm) Tino Saroengallo. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Toraja Film Festival (TFF) akan memutar film karya terakhir aktor, penulis, sutradara serta produser film ternama berdarah Toraja, Almarhum (Alm) Tino Saroengallo.

Pemutaran film dalam rangka mengenang 100 hari meninggalnya Alm Tino dipusatkan di kampung halamannya, kawasan Objek Wisata Kete Kesu, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, Sulsel pada 3 November 2018.

"TFF sudah menjalin komunikasi dengan komunitas film lainnya yang ada di Indonesia, sudah ada beberapa komunitas yang mengkonfirmasi akan melaksanakan kegiatan 100 hari meninggalnya Almarhum kak Tino," ujar President TFF, Belo Tarran kepada TribunToraja.com, Sabtu (6/10/2018).

Baca: Jysa Nursakinah: Film dan Novel Crazy Rich Asian Sama-sama Keren

Kegiatan pemutaran film dokumenter terakhir Alm Tino Saroengallo berjudul 'Darah Pentahbisan' bercerita tentang proses pentahbisan rumah toraja (Mangrara Tongkonan) yang dibuat di lokasi wisata Tongkonan Kete Kesu.

"Film dokumenter tersebut diproduksi saat Almarhum Tino terbaring di rumah sakit, proses shooting dipercayakan kepada kami di TFF, hingga akhir hayatnya beliau belum sempat menonton film karya terakhirnya," jelasnya.

Ide pemutaran film dokumenter karya Alm Tino Saroengallo mengenang 100 hari wafatnya, muncul dari diskusi para produser dan sutradara yang hadir pada acara awards night TFF beberapa bulan lalu di Toraja.

Baca: Nonton Film Aruna dan Lidahnya Bikin Ngiler, Begini Sinopsisnya

Diskusi terbatas dihadiri oleh Sutradara sekaligus Produser Film Dokumenter, Tonny Trimarsanto, Daniel Rudy dan Lianto Luseno serta Praktisi Film Dokumenter IGP Wiranegara dan Film Maker Indonesia Taufan Agustiyan Prakoso.

"Hasil diskusi, komunitas film yang ada di Indonesia sepakat melakukan pemutaran film karya terakhir Alm Tino Saroengallo secara serentak di kota masing-masing," tutur Belo. (*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved