Mahasiswa Untad yang Ingin Kuliah di Unhas, Begini Caranya
Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas menegaskan Unhas berkomitmen tidak akan membebani mahasiswa dengan biaya-biaya
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Mahasiswa Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah yang ingin kuliah sementara di Universitas Hasanuddin, disilakan datang ke kampus Unhas.
Di sana, mahasiswa tersebut diharuskan mengisi formulir pendataan awal. Formulir ini dapat diperoleh dan diserahkan ke Subdit Humas dan Informasi Publik Unhas Lt 6 gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea.
Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah mengatakan, langkah ini merupakan respon dari situasi di Palu yang masih sangat sulit untuk berkomunikasi.
"Kita tidak ingin memberatkan mahasiswa Untad. Duka Tadulako adalah duka Unhas. Bagaimanapun, Untad itu lahir sebagai salah satu binaan Unhas," kata Suharman.
Setelah mahasiswa didata, Unhas akan mengirimkan nama-nama tersebut ke pihak Untad untuk memperoleh persetujuan dari pimpinan Untad.
"Jadi, prosesnya adalah antarlembaga. Setelah Untad mengirimkan rekomendasi nama-nama yang kita kirimkan, barulah proses kuliah sementara di Unhas bisa dimulai," lanjut Suharman.
Berkaitan dengan biaya kuliah, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas menegaskan Unhas berkomitmen tidak akan membebani mahasiswa dengan biaya-biaya.
"Kita akan memikirkan mekanismenya, berkoordinasi dengan Majelis Rektor, Forum Rektor, dan Kemenristek Dikti. Yang jelas, mahasiswa korban bencana ini tidak akan terbebani," kata Prof. Restu.
Mahasiswa Untad yang akan kuliah di Unhas diberi waktu maksimal dua semester atau satu tahun. Setelah itu, akan dilakukan pembicaraan lanjutan apakah akan tetap di Unhas atau kembali ke Untad.(*/tribun-timur.com)