Dolar Terus Menguat, Kontraktor Rawan Langgar Hukum

Pengusaha kontruksi atau kontraktor pun kena imbasnya. Ditambah lagi kebijakan pemerintah yang belum jelas membuat kontraktor

Dolar Terus Menguat, Kontraktor Rawan Langgar Hukum
fadly/tribuntimur.com
Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel Andi Troy Martino (kiri) bersama Bendahara Umum Amir Bakriyadi curhat terkait pengembangan jasa konstruksi kala dollar AS menguat belakangan ini. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Makin menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah ikut membebani sejumlah proyek infrastruktur yang memiliki bahan baku impor.

Pengusaha kontruksi atau kontraktor pun kena imbasnya. Ditambah lagi kebijakan pemerintah yang belum jelas membuat kontraktor semakin menjerit.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel, Andi Troy Martino yang dihubungi Kamis (4/10/2018) menuturkan, kontraktor melihat ini sangat mengkhawatirkan, bahkan perlu dianggap permulaan krisis.

"Untuk yang concern akan hal ini, jangan hanya pelaku konstruksi yang berteriak, tetapi pemerintah perlu concern juga," katanya.

Mengapa? "Karena hal ini akan menimbulkan efek domino. Tidak hanya itu, tidak adanya kebijakan yang jelas dari pemerintah memungkinkan kontraktor akan melakukan inovasi dalam tanda kutip," katanya.

Inovasi tersebut berpotensi melanggar kesepakatan kerja atau melanggar hukum di sektor konstruksi.

"Jangan tunggu korban dari pelaku, penyedia jasa, maupun pengguna jasa, karena tidak ada sensitivitas akan hal ini," ujar Troy sapaannya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved