Bertengger di Posisi Buncit Perolehan Medali Porda Pinrang, Ini Penjelasan Ketua KONI Jeneponto

Abd Karim pun mengaku akan melakukan evaluasi dan pembenahan untuk peningkatan kualitas atlet dan cabang olahraga di Jeneponto.

Bertengger di Posisi Buncit Perolehan Medali Porda Pinrang, Ini Penjelasan Ketua KONI Jeneponto
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Ketua KONI Jeneponto, Abd Karim 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kontingen Jeneponto bertengger di posisi 24 perolehan medali Porda Sulsel XVI di Kabupaten Pinrang.

Itu artinya, kabupaten berpenduduk kurang lebih 409.693 jiwa itu berada di posisi buncit.

Lalu apa kendala yang dialami kontingan Jeneponto sehingga berada posisi dasar klasemen perolehan medali event olahraga empat tahunan itu?

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jeneponto, Abd Karim yang dikonfirmasi terkait capaian itu, mengungkapkan, kurangnya persiapan menjadi salah satu faktor kontingen Jeneponto berada di posisi buncit.

"Kita memperoleh total medali sebanyak 13, dua emas, dua perak dan sembilan perunggu. Kita di posisi 24 karena mungkin kesiapan daerah lain lebih siap dibanding kita," kata Abd Karim kepada TribunJeneponto.com, Kamis (4/10/2018).

Baca: Sekretaris KONI Pangkep Ungkap Kunci Keberhasilan Atlet Juara 2 Porda Pinrang

Baca: Hanya Finish 10 Besar, KONI Bantaeng: Kita Bangga Karena Semua Putra Daerah

Kurangnya persiapan kontingan Jeneponto berlaga di Porda Pinrang diduga dipengaruhi kurangnya anggaran pembinaan terhadap atlet.

Terbukti, dari 26 Cabang olahraga (Cabor) yang dilombakan, hanya 10 Cabor yang diikuti kontingen Jeneponto.

Abd Karim pun mengaku akan melakukan evaluasi dan pembenahan untuk peningkatan kualitas atlet dan cabang olahraga di Jeneponto.

"Ini dalam waktu dekat ini saya rencana akan kumpulkan para arlet dan cabor-cabor untuk mengetahui seperti apa keluhan atay kendala yang mereka alami. Karena kan saya ini baru menjabat sebagai ketua KONI, yang sebelumnya saya kurang tahu seperti apa pembinaan atlet selama ini," jelasnya.

Saat pelepasan atlet ke Porda Pinrang, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar berharap agar kontingen Jeneponto masuk deretan lima besar juara umum.

Namun, beberapa hari sebelum pemberangkatan, pelatih dan atlet Jeneponto resah dengan tidak adanya jelasnya dana pemberangkatan yang dijanjikan Pemkab Jeneponto.

Dana Rp 500 juta untuk pemberangkatan dan kebutuhan atlet bersumber dari APBD Perubahan pun dicairkan dua hari jelang pemberangkatan.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved