Jumlah Wisman Naik, Okupansi Hotel Menurun

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar pada Agustus 2018 mencapai 1.626 kunjungan.

Jumlah Wisman Naik, Okupansi Hotel Menurun
abdiwan/tribuntimur.com
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel, Akmal dalam rilis bulanan di kantornya Jl Haji Bau Makassar, Senin (17/9/2018) menuturkan, neraca perdagangan Sulsel mengalami defisit karena nilai impor lebih tinggi dibandingkan ekspor pada Agustus 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Data Badan Pusat Statisti (BPS) Sulsel untuk jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar pada Agustus 2018 mencapai 1.626 kunjungan.

Jumlah wisman tersebut meningkat sebesar 3,83 persen jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Juli 2018 yang mencapai 1.566 kunjungan.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel, Akmal dalam rilis resmi BPS Sulsel di kantornya Jl Haji Bau Makassar belum lama ini menuturkan, jika dibandingkan dengan Agustus 2017 maka terjadi penurunan.

"Penurunannya sebesar 6,71 persen, dimana jumlah kunjungan Agustus 2017 sebesar 1.743 kunjungan," kata lelaki berkacamata itu.

Malaysia, Perancis, Singapura, Jerman dan Belanda merupakan lima negara dengan jumlah wisman terbesar yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk Bandara Sultan Hasanuddin pada Agustus 2018.

"Jumlah wisman dari lima negara tersebut berjumlah 1.288 kunjungan atau sekitar 79,21 persen dari total wisman yang masuk melalui pintu masuk Makassar," katanya.

Sementara itu, tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel klasifikasi bintang di Sulsel pada Agustus 2018 menurun 2,46 poin dibandingkan dengan TPK pada Juli 2018, yaitu dari 54,42 persen pada Juli 2018 menjadi 51,96 persen pada Agustus 2018.

"Berbeda bila dibandingkan dengan Agustus 2017, TPK hotel Klasifikasi bintang pada bulan Agustus 2018 naik 2,72 poin dimana pada bulan Agustus 2017 sebesar 49,24 persen," kata Akmal sapaannya.

Rerata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel klasifikasi bintang di Sulawesi Selatan selama Agustus 2018 masingā€masing adalah 2,85 hari dan 1,88 hari. (*)

PHRI: Ini Efek Asian Games

Penurunan okupansi di Sulsel pada Agustus 2018 lebih kepada digelarnya pesta olahraga se-Asia.

"Tidak semua kota bisa menikmati hadirnya Asian Games. Sulsel pun demikian. Fokus pelancong dalam dan luar negeri pun lebih ke sana. Dibandingkan ke Makassar dan Sulsel pada umumnya," ujar Anggiat Sinaga, Ketua Perkumpilan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel.

September dan Oktober ia prediksi bakal demikian mengingat, bencana di Palu dan sekitarnya, membuat kementerian mengerem pembiayaan untuk dialihkan recovery Palu.

"Kami pun tidak tinggal diam, kami perbanyak event sosial. Seperti Wedding, kegiatan seminar seperti datangkan motivator, yah sekreatif hotel lah," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved