Gempa Bumi Palu

Kapolri Tinjau Hotel Roa-roa Palu yang Ambruk

Tito mengatakan, saat ini personelnya bersama Basarnas dan TNI sudah melakukan evakuasi dengan upaya keras menggunakan cara-cara

Kapolri Tinjau Hotel Roa-roa Palu yang Ambruk
nurhadi/tribunsulbar.com
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Muhammad Tito Karnavian, tiba di Palu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU - Gempa dengan kekuatan 7,7 SR yang mengguncang Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, membuat tarusan korban berjatuhan dan ratusan bangunan ambruk total, Jumat (28/9/2018) petang.

Tiga hari pascagempa, Minggu (30/9/2018) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi MuhTito Karnavian, langsung mengunjungi Kota Palu.

Jenderal Tito juga meninjau langsung kondisi Hotel Roa-roa, Jl. Patimura, yang ambruk total usai diguncang gempa yang disertai dengan gelombang tsunami.

Tito hadir dengan pengawalan ketat.  Tampak didampingi sejumlah perwira tinggi Polri dan Kapolda Sulawesi Tengah. Ia mengunjungi Hotel-roa usai mengunjungi Perumnas Petobo dan Perumnas Balaroa yang juga merupakan titik terpara akibat dampak gempa.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu bertemu dan berbincang langsung dengan pemilik Hotel Roa-roa dan sejumlah keluarga korban yang masih tertimbung reruntuhan bangunan hotel yang ambruk total.

Tito mengatakan, saat ini personelnya bersama Basarnas dan TNI sudah melakukan evakuasi dengan upaya keras menggunakan cara-cara manusia sambil menunggu distribusi alat berat.

"Sembari melakukan perawatan terhadap sejumlah korban dan juga melakukan rujukan ke Makassar. Serta mengumpulkan korban meninggal dunia untuk diserahkan kepada keluarga korban dan sebagian dikuburkan secara massal,"katanya.

"Korban meninggal kita sidik jari, cek DNA dan tandai wajahnya. Agar bisa segera diserahkan kepada keluarga jika sudah dikenali,"tambahnya.

Dikatakan, sejumlah titik yang ia pantau sulit untuk dikerjakan dengan cara manual, seperti di Balaroa, Petobo termasuk di Hotel Roa-roa.

"Nah mau nda mau harus diperadakan alat berat. Nah sekarang kita sudah all out turun. Sudah ada menteri PUPR, manteri Perhubungan dan Kepala Basarnas. PLN juga sudah berusahan menormalkan kembali listrik dan Kominfo juga sudah berusahan normalkan kembali jaringn telekomunikasi. Kemudian BBM insyaallah stok cukup, tapi mereka minta pengawalan masuk di Kota Palu dan di SPBU karena masyarakat berbondong-bondong untuk membeli,"tuturnya.

Dikatakan, saat ini pihak Kemeneterian Perhubungan juga sementara membenahi Bandara Mutiara Sis Al Jufri untuk mengaktifkan kembali nafigationnya agar seluruh pesawat komersil bisa masuk membawa logistik. Karena saat ini masih mengandalkan pesawat Hercules dan pesawat kecil lainnya.

"Sambil logistik lewat darat juga jalan. Seperti dari Mamuju, Makassar, Manado dan daerah terdekat lainnya,"tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved