Porda Pinrang 2018

Sumbang 6 Emas di Porda XVI Pinrang, M Rafli Ingin Lampaui Ayahnya

Ia bergelut dan diperkenalkan olahraga panahan sejak kecil dan mulai mengikuti kejuaraan saat duduk di bangku kelas II SMP.

Sumbang 6 Emas di Porda XVI Pinrang, M Rafli Ingin Lampaui Ayahnya
HANDOVER
Atlet Panahan peraih medali terbanyak untuk Maros, Rafli (kanan) bersama pelatihnya, Chaerul Syahab (kiri). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketika teman sebayanya tengah menikmati masa-masa remajanya di bangku SMA, M Rafli pun demikian. Tetapi siswa Kelas II SMKN 1 Maros jurusan Teknik kendaraan ringan ini memiliki cara yang berbeda.

Jika teman-temannya lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktifitas belajar dan bermain seusai pulang sekolah, Rafli memilih untuk fokus pada hobbinya, Panahan. Hobbi ini diturunkan dari sang Ayah, Ahmad HB, yang juga mantan atlet Panahan Nasional.

Tak sekedar hobbi semata, kini melalui Panahan remaja kelahiran Desa Bonto Tallasa Kecamatan Simbang September 2001 itu mencatatkan prestasi gemilang. Berstatus sebagai atlet yunior, Rafli menjadi peraih medali emas terbanyak sementara di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI Pinrang.

Hingga hari kelima penyelenggaraan Porda XVI, Kamis (27/9), Rafli telah mengoleksi enam medali emas. Raihan itu dari nomor Standart Bow 50 Meter, Standar Bow 40 Meter, Standar Bow 30 Meter, Total Jarak 50 Meter, 40 Meter, 30 Meter, Beregu Putra dan Beregu campuran.

Baca: Kalahkan Tim Takalar, Tuan Rumah Sabet Emas Tenis Meja Tunggal Putra Porda XVI

Baca: Panahan Soppeng Sumbang Medali Emas Keenam

Bahkan remaja yang juga hobi renang ini memecahkan rekor di dua nomor yang bertahan sejak Porda XIII Bone tahun 2006 lalu. Yakni Nomor Standar Bow 30 M dengan poin 331 sedangkan rekor sebelumnya milik atlet Makassar, Ramli dengan raihan poin 325.

Berikutnya di nomor Total Jarak 50 Meter, 40 Meter, 30 Meter, Rafli mengumpulkan 938 poin dan secara otomatis tercatat sebagai rekor baru setelah rekor sebelumnya hanya 910 poin.

Capaian yang diperoleh Rafli ini terbilang tak instan. Ia bergelut dan diperkenalkan olahraga panahan sejak kecil dan mulai mengikuti kejuaraan saat duduk di bangku kelas II SMP.

Menginjak bangku Sekolah Menengah Atas, ia tetap fokus dan terus mempersembahkan prestasi terutama buat tanah kelahirannya, Maros. Padahal ia mengaku terbentur waktu latihan lantaran aturan Full Day School.

"Latihannya memang setiap hari di lapangan halaman rumah jabatan Bupati Maros, cuma waktunya terbatas hanya 30 menit perhari karena pulang sekolah sore," tuturnya saat ditemui, Kamis (27/9/2018).

Meski begitu berkat kesungguhan latihan ditambah pendampingan dari sang ayah serta klub panahan Maros, ia bisa membuktikan dengan prestasi yang dicapai sekarang. Fokus kedepannya anak pertama dari dua bersaudara ini ingin berprestasi di kancah Nasional dan Internasional sekaligus melampaui prestasi sang ayah.

"Pastinya ingin terus maju jadi atlet Nasional dan bisa bertanding di tingkat Internasional, kalau bapak dulu kan pernah tanding di PON 1996 Jakarta jadi harus lebih dari itu," tuturnya.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved