Pembangunan Sasar Lahan Produktif Maros, HMI akan Gelar Dialog Pertanian

Menurutnya, Maros membutuhkan Peraturan Daerah (Perda) perlindungan lahan, supaya pertanian dapat tetap berjalan maksimal.

Pembangunan Sasar Lahan Produktif Maros, HMI akan Gelar Dialog Pertanian
Ansar/Tribunmaros.com
Ketua Umum HMI Komisariat Fapertahut Umma, Abdul Alim. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.CO, MAROS - HMI Butta Salewangang, Komisariat Fakultas Pertanian Peternakan dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Muslim Maros (Umma), prihatin dengan kondisi yang dialami petani.

Ketua Umum HMI Komisariat Fapertahut Umma, Abdul Alim mengatakan, Kamis (27/9/2018) kondisi lahan pertanian yang seharusnya menambah taraf kesejahteraan petani, semakin berkurang, akibat pembangunan.

"Untuk mencegah bertambahnya masalah yang dialami petani, HMI Fapertahut Umma menginisiasi untuk mengawal kebijakan pemerintah," katanya.

Untuk memaksimalkan pengawalan, HMI Fapertahut akan menggelar Dialog Pertanian pada Minggu, 30 September 2018 mendatang, dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, jika perlindungan lahan pertanian tidak dikawal dengan baik oleh semua pihak, maka petani akan gulung tikar dan menambah angka pengangguran.

"Semua pihak harus mengawal lahan pertanian Maros. Pembangunan khususnya di Maros ini sangat pesat beberapa tahun terakhir ini," katanya.

Mirisnya, pembangunan tersebut menyasar lahan lahan produktif. Hal itu berimbas pada pengurangan produktifitas lahan.

Pengawalan lahan dilakukan berdasarkan Undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

"Aturan alihfungsi lahan itu sangat ketat diatur di undang-undang tersebut. Makanya, kita semua tidak boleh diam melihat pembangunan yang menyasar alihfungsi lahan itu," katanya.

Menurutnya, Maros membutuhkan Peraturan Daerah (Perda) perlindungan lahan, supaya pertanian dapat tetap berjalan maksimal.

HMI tidak meninginkan lahan habis dibeton dan dibanguni bangunan. Jika hal itu terus terjadi, maka lahan di Maros dimasa mendatang, tidak akan produktif lagi.

"Kalau tidak ada pencegahan, dimana nantinya kita akan menanam padi nantinya kalau gudang sudah penuhi lahan. Kita harus bergerak untuk menyelamatkan pertanian," katanya.

Dialog tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian, DPRD Kabupaten Maros, kelompok tani, akademisi dan mahasiswa. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved