Mamuju Tengah Target PAD Naik 1,51 Persen

Dalam sambutan Bupati Mamuju Tengah, H. Aras Tammauni yang di bacakan oleh Bahri Hamzah, menyebutkan, target pendapatan daerah Mamuju Tengah

Mamuju Tengah Target PAD Naik 1,51 Persen
nurhadi/tribunsulbar.com
Asisten III Pemkab Mamuju Tengah Bahri Hamzah menyerahkan draf APBD perubahan ke Ketua DPRD Mamuju Tengah H. Arsal Aras. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, serahkan draft Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2018, pada rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rabu (26/9/2018) malam.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Mamuju Tengah, H. Arsal Aras di dampingi oleh Wakil Ketua DPRD H. Hasanuddin S, dan dihadiri ssisten III Bidang Administrasi Sekertariat Daerah, Bahri Hamzah dan sejumlah anggota DPRD.

Dalam sambutan Bupati Mamuju Tengah, H. Aras Tammauni yang di bacakan oleh Bahri Hamzah, menyebutkan, target pendapatan daerah Mamuju Tengah dalam APBD Perubahan tahun 2018 sebesar Rp 63.1 miliar, dan ditargetkan bertambah sebesar Rp 9.5 miliar atau 1,51 persen dari target APBD pokok tahun 2018.

"PAD ditargetkan sampai akhir tahun anggaran 2018 sebesar Rp 49.1 miliat, berkurang sebesar Rp 256 juta atau 0,52 persen, sehingga diasumsikan bahwa hasil pajak daerah dan lain-lain PAD yang sah menurun dari target sebelumnya,"katanya.

Untuk dana perimbangan, ditargetkan sampai akhir tahun anggaran 2018 sebesar RP 501,9 miliar, bertambah sebesar Rp 2.7 miliar atau 0,55 persen.

“Lain-lain pendapat daerah yang sah ditargetkan sampai akhir tahun anggaran 2018 sebesar Rp 88 miliar, bertambah sebesar Rp 7 miliar atau 11,76 persen, yang berasal dari dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainya serta bantuan keuangan khusus dari provinsi," ujar Bahri.

Kata Bahri, untuk target belanja dalam APBD Perubahan tahun 2018,sebesar Rp 746 miliar, ditargetkan bertambah sebesar Rp 29 miliar atau 4,06 persen dari target APBD sebelumnya yang terdiri dari, belanja tidak langsung dianggarkan sebesar Rp 226 miliar atau berkurang sebesar Rp 2.5 miliar atau 1,74 persen.

"Itu terdiri dari belanja pegawa Rp 141.4 miliar, belanja bunga Rp 3.5 miliar, belanja hibah sebesar Rp 11.3 miliar dan belanja bantuan keuangan pada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa sebesar Rp 68 miliar,”urainya.

Lebih lanjut Bahri menguraikan, belanja langsung dianggarkan sebesar Rp 520 miliar, bertambah sebesar Rp 29 miliar atau 6,01 persen yang terdiri dari, belanja pegawai Rp 37.4 miliar, atau 8,01 persen, belanja barang dan jasa Rp 194 miliar atau 5,17 persen dan belanja modal sebesar Rp 288.6 miliar atau 6,32 persen.

Sementara untuk pembiayaan daerah, kata dia, tahun 2018 dianggarkan Rp 107,1 miliar, bertambah sebesar Rp 19,6 miliar atau 22,41 persen yang terdiri dari, penerimaan pembiayaan daerah Rp 107,6 miliar bertambah Rp 8,1 miliat atau 8,15 persen.

"Itu terdiri dari SILPA tahun sebelumnya, terealisasi Rp 21,6 miliar dan penerimaan pinjaman daerah Rp 85,9 miliar, bertambah sebesar Rp 6,4 atau 8,06 persen. Untuk pembiayaan pengeluaran daerah sebesar Rp 12 miliar berkurang Rp 11,5 miliar atau 7,84 persen,"tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved