Lurah Empoang Belum Dipecat, Ombudsman Temui Bupati Jeneponto

Lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan bakal menemui Bupati Kabupaten Jeneponto, Jumat (27/09/2018) besok.

Lurah Empoang Belum Dipecat, Ombudsman Temui Bupati Jeneponto
sanovra/tribuntimur.com
Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Muhammad Yusuf keluar dari ruangan pemeriksaan Lembaga Pengawasan Ombudsman RI Sulsel di kantor Ombudsman, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (9/7). Muh Yusuf menjalani pemeriksaan terkait Video lurah yang beredar di media sosial yang awalnya warga datang mengajukan permohonan izin usaha, tepatnya surat keterangan usaha (SKU) namun ditolaknya mentah-mentah, dan malah membentak warga. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR -Lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan bakal menemui Bupati Kabupaten Jeneponto, Jumat (27/09/2018) besok.

Ombudsman ingin mempertanyakan sikap yang telah diambil Pemerintah Daerah Jeneponto terhadap Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Muh Yusuf.

"Besok tim Ombudsman akan bertemu dengan Bupati untuk membahas perkembangan LAHP (Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan) Ombudsman," kata Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan.

Muh Yusuf sebelumnya diadukan Ombudsman ke Bupati agar diberhentikan sebagai Lurah. Ombudsman lalu memberikan batas waktu 30 hari kepada Bupati Jeneponto untuk melaksanakan pemberhentian itu. Jika tidak dijalankan maka akan ditingkatkan ketingkat rekomendasi.

Berdasarkan hasil akhir pemeriksaan, Ombudsman meminta kepada Bupati Jeneponto untuk memberhentikan Muh Yusuf sebagai Lurah Empoang karena diduga melanggar maladministrasi atas sikapnya yang menolak melayani warganya. "Kami sudah serahkan laporan akhir hasil pemeriksaan tim Ombudsman," tuturnya.

Selain pencopotan, Ombudsman juga meminta agar lurah yang bersangkutan tidak boleh dipromosikan menduduki jabatan baru selama pemberhetian berjalan.

"Bukan hanya meminta, tapi ini berdasarkan pada peraturan perundang undangan yang berlaku. Dia harus dicopot dari jabatanya," tuturnya.

Perbuatan Lurah ini terungkap ketika videonya beredar dan viral media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 2 menit nampak seorang warga datang mengajukan permohonan izin usaha, tepatnya Surat Keterangan Usaha (SKU).

Namun saat diminta tanda tangan untuk surat tersebut, sang lurah menolaknya mentah-mentah, dan malah membentak warga.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved