Mentan Andi Amran Sulaiman Tanam Perdana Jagung Bareng 6 Organisasi Mahasiswa Islam

Penanaman jagung ini merupakan rangkaian kegiatan Agri Camp yang diselenggarakan selama 4 bulan yakni dari tanam hingga panen.

Mentan Andi Amran Sulaiman Tanam Perdana Jagung Bareng 6 Organisasi Mahasiswa Islam - amran-garut-1_20180926_224209.jpg
DOK KEMENTAN RI
Penanaman jagung perdana di seluas 5.000 Ha di Desa Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, Garut, Jawa Barat, Rabu (26/9/2018). Hadir, Mentan RI, Andi Amran Sulaiman.
Mentan Andi Amran Sulaiman Tanam Perdana Jagung Bareng 6 Organisasi Mahasiswa Islam - amran-garut-2_20180926_224239.jpg
DOK KEMENTAN RI
Mentan Andi Amran Sulaiman Tanam Perdana Jagung Bareng 6 Organisasi Mahasiswa Islam - amran-garut-3_20180926_224307.jpg
DOK KEMENTAN RI
Mentan Andi Amran Sulaiman Tanam Perdana Jagung Bareng 6 Organisasi Mahasiswa Islam - amran-garut-4_20180926_224415.jpg
DOK KEMENTAN RI

TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman bersama 6 organisasi mahasiswa Islam melakukan tanam perdana jagung seluas 5.000 Ha di Desa Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, Garut, Jawa Barat, Rabu (26/9/2018).

Penanaman jagung ini merupakan rangkaian kegiatan Agri Camp yang diselenggarakan selama 4 bulan yakni dari tanam hingga panen.

Adapun 6 organisasi mahasiswa Islam tersebut yakni Himpunan Mahsiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Persis dan Persatuan Pelajar Islam.

Hadir Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum; Bupati Garut, Rudi Gunawan; Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Azis; Kepala Badan Penyuluhan, Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono; dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendy Jatnika.

Amran menjelaskan penanaman jagung ini selain sebagai salah satu upaya untuk menggenjot produksi, juga sebagai gerakan sejuta petani muda untuk membangunkan generasi muda agar terjun ke sektor pertanian.

Kementan terus mengawal terjaminnya harga jagung agar memberikan keuntungan.

“Kami minta kawal pembelian jagung oleh Bulog, perusahaan pakan juga kami minta jangan beli. Rekomendasi impor kami sudah tutup. Dulu kita impor jagung 3,6 juta ton, setara Rp 10 triliun, tapi hari ini kita tutup impor dan sudah ekspor ke enam negara,” jelasnya.

Amran berharap dengan kemajuan pertanian saat ini, pemuda tani dari berbagai organisasi islam agar menjadi petani yang sukses atau kaya.

Hal ini optimis bisa diwujudkan, sebab delapan dari 10 atau 80 persen pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Kalau mau kaya harus bertani. Dulu paradigma lama, petani itu miskin dan tidak berdaya. Pemerintahan Jokowi-JK merubah paradigma tersebut dengan pertanian modern. Melalui alat mesin pertanian, anak-anak muda berminat turun ke sawah,” ujarnya.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved