Di Markas PBB, Wapres JK Beberkan 5 Strategi Indonesia Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan, saat ini, negara-negara berkembang menghadapi tantangan serius dari arus keluar modal

Di Markas PBB, Wapres JK Beberkan 5 Strategi Indonesia Dorong Pembangunan Berkelanjutan
DOK SETWAPRES
Wapres RI, Jusuf Kalla didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi The Economic and Social Council (ECOSOC) tentang Pembiayaan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan di Ecosoc Chamber, Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (24/9/2018) sore waktu setempat. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan, saat ini, negara-negara berkembang menghadapi tantangan serius dari arus keluar modal dan depresiasi mata uang.

Kondisi seperti itu tidak hanya berpengaruh negatif terhadap prospek pertumbuhan negara-negara ini, tetapi juga agenda pembangunan jangka panjang mereka. Kesenjangan pendanaan untuk mencapai SDGs sangat besar.

Demikian disampaikan JK dalam pidatonya pada Pertemuan Tingkat Tinggi The Economic and Social Council (ECOSOC) tentang Pembiayaan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan di Ecosoc Chamber, Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (24/9/2018) sore waktu setempat.

“Kita harus menemukan cara untuk mempersempit celah yang semakin berkembang ini,” ujarnya dalam siaran pers diterima Tribun-Timur.com dari Sekretariat Wapres RI.

JK mengungkapkan bahwa untuk sebagian besar negara berkembang, mengandalkan anggaran publik saja tidak akan cukup, termasuk di Indonesia.

Setidaknya, kata JK, membutuhkan sekitar USD 460 miliar untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur untuk periode 2015-2019.

Soal untuk mempersempit kesenjangan, kata JK, telah memobilisasi sumber daya keuangan dari berbagai sumber lain, baik dari sektor publik dan swasta, domestik dan internasional.

Dalam hubungan ini, lanjutnya, Indonesia tidak memiliki pilihan lain selain menciptakan dan mempertahankan iklim ekonomi yang kondusif untuk diversifikasi dan peningkatan sumber daya keuangan.

“Untuk tujuan ini, Indonesia telah melakukan sejumlah strategi,” katanya.

Pertama, Indonesia sedang melakukan langkah-langkah moneter dan fiskal yang cepat tanggap.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved