Merasa Dizalimi, Maqbul Halim Memohon ke Hakim agar Dibebaskan

Maqbul Halim merupakan terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA, penghinaan dan atau pencemaran nama baik tehadap Aksa Mahmud

Merasa Dizalimi, Maqbul Halim Memohon ke Hakim agar Dibebaskan
HANDOVER
Juru Bicara (Jubir) mantan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi), Maqbul Halim kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (24/09/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Juru Bicara (Jubir) mantan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi), Maqbul Halim kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (24/09/2018).

Maqbul Halim merupakan terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA, penghinaan dan atau pencemaran nama baik tehadap Aksa Mahmud di media sosial.

Dalam persidangan, Maqbul didudukan di kursi pesakitan dengan agenda pembacaan eksepsi atau pembelaan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejari Makassar pada sidang sebelumnya.

Maqbul dalam eksepsinya di hadapan majelis hakim mengatakan sama sekali tidak berniat dan bermaksud untuk mencemarkan nama baik Aksa Mahmud.

Cuitannya di media sosial yang sementara berproses hukum semata mata respon pernyataan Burhanuddin Basotika.

"Surat dakwaan JPU tidak cermat. Perkara ini adalah bentuk pendzaliman bagi saya," kata Maqbul Halim dalam eksepsinya.

"Saya berharap agar yang mulia membebaskan saya dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum," harapnya. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved