Rombak Kabinet, Danny Siapkan Mutasi Besar-besaran

mutasi jabatan dan pelantikan tersebut adalah hal biasa dalapemerintahan, selain itu juga karena beberapa pejabat maju dalam Pileg 2019

Rombak Kabinet, Danny Siapkan Mutasi Besar-besaran
MUH ABDIWAN
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto melantik dan mengambil sumpah jabatan direksi, badan/dewan pengawas perusahaan daerah dan pejabat administrator lingkup Pemkot Makassar, di ruang Sipakatau, Balaikota Makassar, Jumat (21/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto melantik dan mengambil sumpah jabatan direksi, badan/dewan pengawas perusahaan daerah dan pejabat administrator lingkup Pemkot Makassar, di ruang Sipakatau, Balaikota Makassar, Jumat (21/9/2018)

Pelantikan ini didasarkan pada SK Wali Kota Nomor 821.23.120-2018 tanggal 21 September 2018 tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan administrator camat dalam lingkup Pemkot Makassar.

Dalam kesempatan itu, Danny melantik 15 camat, kepala bagian (kabag), dan 27 orang direksi dan pengawas empat perusahaan daerah (perusda) Kota Makassar.

Dari 15 camat yang dilantik, 13 di antaranya didefinitifkan dari jabatan sebelumnya sebagai pelaksana tugas (Plt) camat, sementara dua camat lainnya yakni Camat Tallo dan Camat Mamajang diangkat bukan dari Plt.

Pada jajaran perusda, direksi tiga perusda yakni PD Parkir Makassar Raya, PD Pasar Makassar Raya, dan PD Rumah Potong Hewan dirombak total oleh Danny.

Tak hanya direktur utama, direktur umum dan direktur operasional ketiga perusda tersebut juga dimutasi oleh Danny Pomanto.

Danny Pomanto mengatakan, mutasi jabatan dan pelantikan tersebut adalah hal biasa dalapemerintahan, selain itu juga karena beberapa pejabat memutuskan maju dalam kontestasi pileg 2019 sehingga harus diganti.

"Hal biasa, ini adalah penyegaran. Kedua, memang sudah waktunya, karena banyak yang mengundurkan diri karena pileg. Hampir di seluruh perusda beberapa direksi dan pengawasnya mundur karena ikut maccaleg sehingga tidak aktif, saya tidak mau ada kekosongan," ungkap Danny.

Danny menjelaskan, untuk pelantikan camat ia agak terlambat. Danny memang sebelumnya telah berjanji akan menentukan nasib 15 camat nonaktif dan yang mengundurkan diri paling lambat dua bulan pasca penonaktifan Juni lalu, namun baru pada bulan ini dapat direalisasikan.

"Soal camat, ini sebenarnya relatif terlambat, mengapa karena kalau plt tidak bisa menandatangani persoalan tanah, dan saya tak mau pelayanan publik terhambat karena itu. Kalau di kabag itu ada penyegaran," kta dia.

Danny bahkan mengungkapkan, masih akan ada mutasi besar-besaran yang akan ia lakukan meliputi kepala dinas hingga jajaran lurah se-Makassar.

"Ini baru awal, Insya Allah setelah ini ada yang jauh lebih besar, dekat-dekat ini. Lurah kemudian, kadis, kabid, dan kasi, semuanya," terangnya.

"Eselon II sya berharap bulan ini selesai, kita Plt-kan dulu habis itu dilelang, Oktober saya harap semua lelang selesai. Kuncinya adalah bagaimana transparansi dan temuan media di lapangan, termasuk kinerja. Maka saya tertolong eksistensi media di pemerintahan karena salah satu info saya dapat dari media soal.kinerja mereka," sambung Danny.

Danny juga enggan membahas nasib 14 mantan camat lainnya. "Nasib mantan camat, yah namanya mantan tinggal mantan. Semua peluang tetap ada, tapi kalau persoalan integritas dan tidak netral itu hukuman berat, pelanggaran berat," imbuhnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved