2021, Makassar Tuan Rumah Konvensi Marga Tionghoa ASEAN +China

Untuk konferensi 10 ACCA + China tahun 2020, sidang komite paguyuban regional ASEAN di Manila, menyepakati Kota Penang, Malaysia, sebagai tuan rumah

2021, Makassar Tuan Rumah Konvensi Marga Tionghoa ASEAN +China
dok_PSMTI_Sulsel
MARGA TIONGHOA - Delegasi PSMTI Sulsel berpose dengan panitia Konferensi Marga dan Klan Tionghoa se-ASEAN + China di Grand Hyatt, Taguig City, Manila, Filipina, Sabtu (22/9/2018). PSMTI Sulsel dan Sulbar terbanyak mengirim delegasi di acara tahunan ini 

MAKASSAR, TRIBUN -- Konferensi ke-9 marga dan klan Tionghoa Asia Tenggara 2018, ASEAN China Clans Association (ACCA) di Manila, Philipina, menyetujui Kota Makassar, sebagai tuan rumah (venue) Konferensi ke-11 ACCA+China tahun 2021 mendatang.

Persetujuan penunjukan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan ini disepakati sekitar 1.200 delegesi dari 9 negara termasuk utusan Republik Rakyat China di hari kedua Konvensi Asosiasi Marga Se Asean + China, di Hotel Grand Hyatt, Taguig City, Manila, Filipina, Sabtu (22/9/2018) siang.

Baca: PSMTI Catat Ada 90 Marga Tionghoa di Indonesia

Kabar penunjukan ini dikonfirmasikan dua pengurus kepada Tribun; Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Indonesia, Johnny Situwanda (Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi) dan Aswen Utomo (Ketua Departemen Luar Negeri), melalui Ketua DPD PSMTI Sulsel Willianto Tanta, tadi malam.

Henry Lim Bon Liong, Presiden ACCA Asean
Henry Lim Bon Liong, Presiden ACCA Asean (dok_PSMTI)

"Ini kepercayaan penting, setelah konferensi ke-8 di Batam, Makassar dipercaya jadi tuan rumah," kata Willianto Tanta, yang juga fungsionaris ACCA Chapter Indonesia Timur.

Baca: David Herman Jaya Buka Pertemuan Marga-Marga Tionghoa se-Indonesia di Batam

Willianto menyebutkan, untuk konferensi 10 ACCA + China tahun 2020, sidang komite paguyuban regional ASEAN di Manila, menyepakati Kota Penang, Malaysia, sebagai tuan rumah.

Tidak disebutkan, kenapa tak ada konferensi di tahun 2019.

Dikatakan Willianto, penunjukan Kota Makasar, ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, sebagai city venue Konferensi ACCA 2021, adalah kesempatan emas mempromosikan Makassar sebagai hub pertumbuhan ekonomi di timur Indonesia kepada investor dari ASEAN dan China.

Pengurus PSMTI Pusat dan PSMTI Sulbar foto bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar dan Kabupaten Mamuju disela pelantikan pengurus PSMTI Sulbr, Sabtu (02/09/2017).
Pengurus PSMTI Pusat dan PSMTI Sulbar foto bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar dan Kabupaten Mamuju disela pelantikan pengurus PSMTI Sulbr, Sabtu (02/09/2017). (nurhadi/tribunsulbar.com)

Baca: Inilah Nama-Nama Delegasi Sulsel di Rakernas XV PSMTI di Batam

"Industri pariwisata, peluang investasi sangat terbuka lebar, semoga pemerintah bisa merespons ini dan membantu ACCA dan PSMTI menyiapkan penyambutan sekitar 2100 delegasi dari ASEAN dan China," kata Willianto.
Willianto juga mengaku mendapat dukungan dari dua elite ACCA dan FFCCCII.

"Saya sudah berbicara dengan Mr Dom I ngo Yap, President of kamar dagang dan industri Filipina, atau Federation of Filipino Chinese Chambers of Commerce and Industry Incorporated (FFCCCII) dan sekjen FFCCCII Mister  Henry Lim Bon Liong tadi," ujar Willi seraya mengirim fotonya bersama dua elite ACCA dan FFCCCII itu kepada Tribun.

Ketua PSMTI Sulsel Willianto Tanta (kanan) dan Ketua Kadin Filipina, President FFCCCII Dom Ingo Yap dan Henry Lim Bon Liong di sela-sela acara Konferensi Asosiasi Marga dan Klan Tionghoa ASEAN + China di Grand Hyatt, Taguig City, Manila, Filipina, Sabtu (22/9/2018).
Ketua PSMTI Sulsel Willianto Tanta (kanan) dan Ketua Kadin Filipina, President FFCCCII Dom Ingo Yap dan Henry Lim Bon Liong di sela-sela acara Konferensi Asosiasi Marga dan Klan Tionghoa ASEAN + China di Grand Hyatt, Taguig City, Manila, Filipina, Sabtu (22/9/2018). (dok_PSMTI_Sulsel)

Paguyuban ACCA menghimpun sekitar 1200 klan dan subklan Marga Tionghoa di kawasan Asia Pasifik.

Delegasi konferensi tahunan ini mayoritas pengusaha, profesional, akademisi dan sebagian birokrat dan politisi dari negara-negara ASEAN seperti, Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Kambodia, Filiphina, Thailand dan dua tahun terakhir juga bergabung delegasi peninjau dari China daratan, Hongkong dan Taiwanz

Konvensi ke 9 saat ini sedang berlangsung di Manila, Filipina, dan untuk konvensi ke 10th tahun 2020 akan diselenggarakan di Penang, Malaysia.

Komunitas Pemerhati Budaya Tionghoa Indonesia bertamu di Kantor Tribun Timur, Kamis (26/1/2017).Ketua Komunitas Pemerhati Budaya Tionghoa Indonesia Rudy Johan mengatakan kedatangannya ini tak lain untuk silaturahim dengan managemen harian Tribun Timur.Kedatangan Rudy di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, didampingi langsung Ketua Panitia Jappa Jokkah dan Malam Satu Hati Imlek 2017 (2568) Roi Ruslim.Seperti tahun sebelumnya, perayaan Imlek di Kota Makassar akan menyuguhkan suasana yang monumental dan sangat meriah. tribun timur/muhammad abdiwan
Komunitas Pemerhati Budaya Tionghoa Indonesia bertamu di Kantor Tribun Timur, Kamis (26/1/2017).Ketua Komunitas Pemerhati Budaya Tionghoa Indonesia Rudy Johan mengatakan kedatangannya ini tak lain untuk silaturahim dengan managemen harian Tribun Timur.Kedatangan Rudy di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, didampingi langsung Ketua Panitia Jappa Jokkah dan Malam Satu Hati Imlek 2017 (2568) Roi Ruslim.Seperti tahun sebelumnya, perayaan Imlek di Kota Makassar akan menyuguhkan suasana yang monumental dan sangat meriah. tribun timur/muhammad abdiwan (TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN)

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PSMTI Sulsel Rudy Johan menyebutkan, Makassar, Sulsel, sebagai kota terbesar di timur Indonesia kembali mendapatkan kesempatan pada tahun 2021 dikarenakan antusias para hadirin dari berbagai negara karena ingin mengetahui perkembangan keindahan dan bisnis Sulawesi Selatan, Indonesia.

"Ini tentang efek globalisasi ekonomi. Indonesia harus siap menghadapi ini, termasuk Makassar," ujar Rudi Johan yang juga Ketua Komunitas Pemerhati Budaya Tionghoa Indonesia (KBPTI) Sulsel kepada Tribun.

Konvensi ini bertujuan untuk pertukaran informasi diberbagai bidang, perdagangan, pariwisata, bisnis, budaya dan lain lain, sehingga setiap negara dapat mempromosikan kelebihan yang ada di negaranya.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved