Reses Diduga Fiktif, Kejati Diminta Dalami Keterlibatan 50 Anggota DPRD Makassar

Pemeriksaan ini atas penyelidikan dugaan kasus dugaan penyimpangan anggaran reses DPRD Makassar tahun anggaran 2015/2016.

Reses Diduga Fiktif, Kejati Diminta Dalami Keterlibatan 50 Anggota DPRD Makassar
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Aktivis Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menggelar Focus Grup Discussion (FGD) di Fave Hotel, Senin (16/7/2018). Acara FGD yang digelar ACC Sulawesi ini, kerjasama Transparansi International Indonesia (TII) di lantai 2, meeting room Dubai 1 Fave Hotel, di Jl Pelita Raya. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat memeriksa seluruh anggota DPRD Makassar.

Pemeriksaan ini atas penyelidikan dugaan kasus dugaan penyimpangan anggaran reses DPRD Makassar tahun anggaran 2015/2016.

"Sebaiknya diperiksa semua anggota DPRD karena ini terkait dengan dana yang memang dikhususkan untuk kegiatan masing masing anggota DPRD," kata Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun.

Kadir mengatakan jika benar reses DPRD Makassar fiktif, mereka harus di dalami keterlibatannya, apalagi anggara reses cukup besar.

"Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dipertanggungjawakan dan didukung dengan bukti pengeluaran yang sah," kata Kadir.

Dalam penyelidikan kasus ini, Kejaksaan sudah memeriksa Sekertaris DPRD Makassar, Adwi Umar dan Bendahara DPRD, Taufik.

Mereka diduga mengetahui mengenai mekanisme dan proses penggunaan hingga pencairan dana reses. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help