Prihatin dengan Kondisi Murid Pedalaman, Mahasiswi Cantik Maros Ingin Jadi Menteri

Sejumlah murid terpaksa belajar di tempat yang tidak layak, lantaran sarana dan prasarana pendidikan jauh dari maksimal.

Prihatin dengan Kondisi Murid Pedalaman, Mahasiswi Cantik Maros Ingin Jadi Menteri
HANDOVER
Mahasiswi cantik Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muslim Maros (Umma), Musdalifah MG. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Mahasiswi cantik Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muslim Maros (Umma), Musdalifah MG, prihatin melihat kondisi pendidikan di daerah pedalaman Tompobulu, Kamis (20/9/2018).

Sejumlah murid terpaksa belajar di tempat yang tidak layak, lantaran sarana dan prasarana pendidikan jauh dari maksimal.

Selama ini, Chupenk sapaan akrab Musdalifah sering masuk ke daerah pedalaman Tompobulu, seperti Cindakko dan Bara-barayya.

Untuk sampai ke sokolah kolong rumah yanh berjarang puluhan kilometer tersebut, membutuhkan waktu beberapa jam dengan melintas hutan dan tebing.

Melihat kondisi pendidikan di pedalaman, gadis kelahiran Maros 2 Mei 1994 tersebut, bercita-cita untuk menjadi Menteri Pendidikan atau Kepala Dinas Pendidikan.

Perempuan jomblo tersebut ingin berjuang, supaya anak-anak pedalaman juga bisa menikmati pendidikan layak. Mereka juga butuh pendidikan dan prestasi.

"Saya ingin jadi Menteri Pendidikan atau Kepala Dinas. Saya mau berbuat adil untuk orang-orang yang berjuang demi cerdas dan mencerdaskan," katanya.

Selain bangunan sekolah, anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Muslimin Gito dan Ernhy Tamrin tersebut, juga ingin fasilitasi guru supaya betah tinggal dan mengajar di pedalaman.

Anak pedalaman semangat ingin belajar, namun tenaga pendidik yang sangat kurang. Permasalahan pendidikan di Maros, harus menjadi prioritas.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help