Bupati Lutim Minta Program Inovasi Desa Dukung Pengembangan Ekonomi Lokal

Ada dua komponen utama dalam program inovasi desa lewat pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

Bupati Lutim Minta Program Inovasi Desa Dukung Pengembangan Ekonomi Lokal
ivan ismar/tribunlutim.com
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler membuka rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa dan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), di Hotel I Lagaligo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (19/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler membuka rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa dan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), di Hotel I Lagaligo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (19/9/2018).

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari 19-22 September 2018. Kegiatan diikuti 38 peserta dari Tim Inovasi Kegiatan (TIK) 10 orang, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) 11 orang, pendamping desa 11 orang dan Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) enam orang.

Husler meminta P2KTD diperkenalkan kepada stakeholder guna mendukung program inovasi desa khususnya pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan. Termasuk pengembangan SDM serta pembangunan infrastruktur desa.

Husler menjelaskan program inovasi desa adalah upaya untuk memberikan kesempatan pemerintah desa berinovasi dan mengembangkan potensi yang ada di desa masing-masing.

Baca: Dua Desa di Bantaeng Masuk Nominasi Calon Desa Terbaik

Baca: Lagi, Desa Timusu Masuk Nominasi Terbaik di Sulsel

"Program ini bertujuan mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi pedesaan," katanya.

Termasuk upaya pemerintah mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015-2019 untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Selain itu, membangun kapasitas desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan kemandirian desa.

Ada dua komponen utama dalam program inovasi desa lewat pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

Caranya lewat penyebarluasan praktek pembangunan inovatif dengan tujuan memberikan inspirasi kepada desa untuk memperbaiki kualitas perencanaan desa.

Selain itu, agar desa mendapatkan jasa layanan teknis secara berkualitas dari lembaga profesional dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). "Semoga dengan adanya program ini desa di Luwu Timur semakin inovatif," ujarnya.

Hadir Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Halsen dan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Muh Abrinsyah.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help