Bercanda Jual Tengkorak Manusia di Medsos, Remaja Toraja Utara Ini Kena Sanksi Adat

Ritual itu digelar di objek Wisata Tambolang, Tongkonan Lamba, Kelurahan Mentirotiku, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara.

Bercanda Jual Tengkorak Manusia di Medsos, Remaja Toraja Utara Ini Kena Sanksi Adat
HANDOVER
Pelaku pelecehan adat Toraja, Ryan (17), mengajukan permintaan maaf melalui ritual adat. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pelaku pelecehan adat Toraja, Ryan (17), mengajukan permintaan maaf melalui ritual adat.

Ritual itu digelar di objek Wisata Tambolang, Tongkonan Lamba, Kelurahan Mentirotiku, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya, Ryan melecehkan adat Toraja dengan memposting tiga tengkorak kepala manusia dengan caption "Dijual bagi yang berminat harga Rp 1.000" di Group Toraja Dagang Media Sosial (Medsos) Facebook.

Upacara adat dimediasi oleh Forum Pemerhati Budaya Toraja ( FPBT), pihak Polsek Rantepao, tokoh adat, tokoh masyarakat dan Yayasan Pengelola Objek Wisata Tambolang.

Baca: Viral! 2 Pengunjung Pose Tak Pantas Pakai Tengkorak dan Tulang di Makam Toraja, Netizen Geram

Penasehat FPBT Yohana Masarrang mengatakan, kejadian yang dilakukan Ryan merupakan sebuah pelecehan terhadap adat dan budaya Toraja yang harus disikapi bersama.

"Kami konsentrasi terhadap adanya kejadian seperti ini, juga sangat prihatin dan berharap agar peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih menghormati adat dan budaya kita," tutur Yohana.

Yohana juga mengatakan, kasus serupa sudah pernah ditangani oleh FPBT.

"Sebenarnya kami sudah laporkan, tapi inisiatif pelaku dan keluarga yang datang sendiri ke pihak kepolisian untuk memintah maaf, serta pelaku masih di bawah umur akhirnya disepakati untuk diselesaikan dengan cara adat," tambahnya.

Pada upacara adat, pelaku disanksi dengan memotong satu ekor babi yang dipotong langsung olehnya kemudian dibakar di lokasi pekuburan objek wisata.

Baca: Acak-acak Ruang Guru, 5 Murid SDN 9 Sadan Toraja Utara Diamankan Polisi

"Pelaku menyatakan permohonan maafnya dan menyesali perbuatannya, serta berjanji tidak akan mengulanginya," jelas Yohana.

Ketua Yayasan Pengelola Objek Wisata Tambolang Israel Lobo mengungkapkan, peristiwa itu menajdi pelajaran bagi semua masyarakat Toraja dan wisatwan agar menjaga sikap dan mematuhi aturan.

"Kami berterima kasih kepada pihak yang sudah memfasilitasi terlaksananya upacara adat ini, biarlah menjadi pelajaran agar kita bisa lebih menghargai budaya Toraja," ucap Israel.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help