Milenial Institute Pertanyakan Kinerja KPID Sulbar

kinerja KPID sebagai wadah aspirasi dan wakil kepentingannya masyarakat dalam bidang penyiaran, masih dipertanyakan.

Milenial Institute Pertanyakan Kinerja KPID Sulbar
handover
Koordinator Wilayah Milenial Institute Sulbar, Herlin 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat Periode 2016-2019, sudah berada di ujung masa jabatan.

Namun, hingga detik ini, kinerja KPID sebagai wadah aspirasi dan wakil kepentingannya masyarakat dalam bidang penyiaran, masih dipertanyakan.

Koordinator Wilayah Milenial Institute Sulawesi Barat, Herlin menilai, KPDI Sulawesi Barat dalam menjalankan fungsinya belum dirasakan oleh publik atau sebagai besar masyarakat.

"Melihat kondisi kekinian dan beberapa tahun ke belakang, saya tidak melihat kinerja atau kontribusi baik KPID ke pemuda, utamanya dalam hal filterisasi informasi publik sebagai tugas utama KPID," kata mantan ketua HMI Cabang Manakarra itu, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, banyak fakta di lapangan yang seharusnya KPID hadir sebagai lembaga yang berwenang, namun justrus terkesan tidak ada campur tangan, seperti halnya pelanggaran undang undangan IT.

"Padahal KPID seharusnya memiliki peran besar dalam persoalan informasi baik itu media sosial maupun lembaga penyiaran publik," katanya.

Melihat persoalan tersebut, alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) St. Fatimah Mamuju itu, menantang KPID untuk berdiskusi terkait kinerja yang dilakukan selama ini hingga masa jabatan yang sudah hampir selesai.

Selain itu, Herlin juga berharap, komisioner KPID yang akan datang dipilih berdasarkan kualitas atau dilakukan filterisasi yang serius bukan atas dasar kedekatan atau KKN.

"Komisi I DPRD Sulbar selaku mitra KPID harus melakukan evaluasi dan tidak asalan menentukan komisioner KPID yang akan datang," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help