Kantor DPRD Maros Sepi, Mahasiswa Maros Kecewa

Mahsiswa kecewa lantaran kantor DPRD Maros di Kl Lanto Dg Passewang, sepi.

Kantor DPRD Maros Sepi, Mahasiswa Maros Kecewa
HANDOVER
HMI Buttasalewang Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Maros (Umma) menutup jalan Jenderal Sudirman, depan kantor Bupati Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Maros (Umma) mempertanyakan kinerja DPRD Maros.

Pasalnya, anggota dewan kerap meninggalkan kantornya.

Mahasiswa kecewa lantaran kantor DPRD Maros di Kl Lanto Dg Passewang, sepi.

Padahal mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi ancaman anjloknya nilai rupiah oleh dolar, Selasa (18/9/2018).

Baca: Protes Nilai Rupiah Anjlok, Mahasiswa UMMA Blokade Jalan Utama Maros

Pemimpin aksi, Ansar mengatakan, pihaknya tidak percaya lagi dengan anggota dewan saat ini.

Saat mahasiswa membutuhkannya, anggota dewan malah bolos kantor.

Hal tersebut membuat mahasiswa Ekonomi yang tergabung di HMI Buttasalewangang, memblokade jalan utama depan kantor Bupati Maros.

"Apa sebenarnya tugas dan fungsi anggota DPRD. Kenapa saat kami ingin menyampaikan aspirasi, kantor DPRD sepi. Mereka semua kemana saat warga mulai merasakan anjloknya nilai rupiah," katanya.

Mahasiswa serobot kantor DPRD, untuk berdiskusi mengenai anjloknya nilai rupiah yang menjadi ancaman besar bagi pengusaha UMKM.

Seharusnya, anggota dewan masuk kantor dan tidak bolos kerja. Pasalnya, ruang dewan kosong padahal masih jam kantor.

Bahkan, para staf dan pengamanan sama sekali tidak mengetahui keberadaan anggota DPRD.

Baca: Ketua DPRD Maros Harap Prof Nurdin Abdullah Realisasikan Janji Politiknya

"Para staf dan pengamanan juga tidak tahu keberadaan anggota DPRD. Padahal kami hanya ingin berdiskusi terkait anjloknya nilai tukar rupiah. Kami hanya ingin anggota DPRD menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat," katanya.

Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam akan menyampaikan aspirasi mahasiswa mengenai dampak anjloknya nilai tukar rupiah ke pemerintah pusat.

Dia meminta mahasiswa untuk bersabar. Pasalnya, masalah tersebut terjadi secara nasional.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved