Hadiri Sosialisasi Wawan Mattaliu, Wakil Rektor Umma Klaim Visinya Sejalan Perda Sulsel

Sosialisasi produk hukum Perda nomor 2 tahun 2014 tersebut digelar oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Wawan Mattaliu.

Hadiri Sosialisasi Wawan Mattaliu, Wakil Rektor Umma Klaim Visinya Sejalan Perda Sulsel
HANDOVER
Sosialisasi Perda yang digelar di RM Nusantara Maros, Selasa (18/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Universitas Muslim Maros (Umma) mengklaim memiliki visi pembangunan kualitasnya sejalan dengan Peraturan Daerah Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I Umma, Nurjaya saat menghadiri sosialisasi Perda yang digelar di RM Nusantara Maros, Selasa (18/9/2018).

"Visi Umma berkaitan dengan produk Perda yang dibuat oleh DPRD Provinsi. Visi kami yakni berkaitan dengan kearifan lokal. Tentunya hal tersebut sangat relevan," katanya.

Sosialisasi produk hukum Perda nomor 2 tahun 2014 tersebut digelar oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Wawan Mattaliu.

Baca: Protes Nilai Rupiah Anjlok, Mahasiswa UMMA Blokade Jalan Utama Maros

Nurjaya berharap melalui sosialisasi tersebut, nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi karakter mahasiswa Umma.

"Semoga, nilai-nilai budaya Bugis-Makassar menjadi karakter mahasiswa Umma terkait kearifan lokal. Itu menjadi keharusan bagi kita semua," katanya.

Mahasiswa harus menjadi orang yang jujur, saling menghargai, dan pemberani.

Sementara, Wawan Mattaliu mengatakan, Perda tersebut lahir setelah munculnya keresahan dengan ancaman terkikisnya budaya daerah.

"Undang-undang ini lahir dari kecemasan. Jangan sampai kebudayaan Bugis Makassar, lebih condong pada simbol belaka. Bukan karakter dan tata nilai," kata Wawan.

Baca: Umma Bantu Petani Tanam Padi, Irfan AB: Itulah Aktivis Sesungguhnya

Melalui tersebut, Wawan berharap, ada perangkat mental yang terbangun untuk membatasi sesuatu.

Wawan juga mengajak pemuda untuk bekerjasama dalam merawat bangsa, melalui kehidupan dengan menjaga kearifan lokal.

"Banyak sekali budaya yang masuk. Itu menggeser kebudayaan lokal kita. Kita masih punya waktu, kita masih bisa merawat Indonesia. Kita semua harus bersatu," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved