Hadiri Rakorda Pilpres, Nurdin Abdullah Yakin Sulsel Aman

Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah hadir pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengamanan Pemilu Tahun 2019

Hadiri Rakorda Pilpres, Nurdin Abdullah Yakin Sulsel Aman
abdiwan/tribuntimur.com
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah hadir pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengamanan Pemilu Tahun 2019 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda Sulsel, Selasa (18/9/2018).Rakor ini dihadiri Forkopimda Sulsel serta Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Sulsel. 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah hadir pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengamanan Pemilu Tahun 2019 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda Sulsel, Selasa (18/9/2018).

Rakor ini dihadiri Forkopimda Sulsel serta Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Sulsel.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, mengajak menyatukan persepsi dan memantapkan sinergisitas dalam menghadapi tantangan politik Pileg dan Pilpres. Sehingga, suasana tetap kondusif demi mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk.

Sementara, Prof Nurdin Abdullah, mengatakan, Rakorda ini merupakan lanjutan dari Rakornas dalam menghadapi Pemilu 2019. Pemaparannya terkait kebijakan dan dukungan Pemerintah Provinsi dalam Pemilu 2019.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Pastikan Pemilu 2019 Murni Kepentingan Rakyat

Modal awal dalam menciptakan Pemilu untuk Pilpres dan Pileg yang sukses dan berhasil adalah pelaksanaan Pilkada dan Pilgub yang lalu.

"Tidak ada yang menduga sebelumnya, Sulsel yang masuk Pilkada zona merah menjadi zona hijau. Ini bukan pekerjaan ringan, tetapi karena adanya kerja tim yang solid," sebutnya, via rilis ke tribun-timur.com.

Keberhasilan ini diraih karena upaya menciptakan kedamaian dalam masyarakat. Tidak sulit menciptakan hal demikian, karena semua stakeholder dapat bekerja dengan adil serta komitmen politisi untuk menjadi negarawan.

Ia menyebutkan, tantangan Pilpres 2019 berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Karena pemilihan ini bersamaan dengan Pileg dengan berbagai tingkat.

Salah satu hal yang perlu diantisipasi, adalah gejolak di masyarakat karena adanya berita palsu atau hoaks. Serta saling serang dan fitnah antara sesama calon.

Para kontestan diharapkan harus lebih arif dalam bersikap, sehingga menciptakan Pilpres yang berhasil. Serta yang harus diantisipasi adalah isu politik. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help