Ketua IPPI Selayar Harap Warga Pelajari Track Record Para Caleg

Intinya masyarakat harus pandai menentukan hak pilihnya, salah satunya dengan mempelajari track record para caleg.

Ketua IPPI Selayar Harap Warga Pelajari Track Record Para Caleg
handover
Ketua Ikatan Putra Putri Indonesia (IPPI) Selayar, Suharlim 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Ketua Ikatan Putra Putri Indonesia (IPPI) Selayar, Suharlim turut menanggapi dibolehkannya mantan napi koruptor nyaleg.

"Sebenarnya tidak etis kalau mantan napi koruptor ikut nyaleg meskipun dalam konstitusi diterangkan bahwa setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih," kata Suharlim kepada Tribunselayar.com, Senin (17/9/2018).

Hal tersebut, lanjutnya, terkait dengan bagaimana menjaga semangat pemberantasan korupsi di Indonesia serta menjaga marwah demokrasi. Pasalnya, anggota DPRD itu merupakan wakil rakyat yang akan memperjuangkan kepentingan rakyat tentu harus bersih dari praktik-praktik korupsi.

Baca: MA Bolehkan Eks Napi Koruptor Nyaleg, Perindo Tunggu Intruksi KPU Parepare

Baca: DPD Partai Berkarya Sulsel Tetap Akomodir Bacaleg Eks Napi Koruptor

"Tanpa membolehkan mantan napi nyaleg, saya kira negara ini tidak kekurangan orang-orang baik. Masih banyak stok figur yang punya semangat untuk mengantar negeri ini ke arah yang lebih baik bukan hanya mereka yang mantan napi," kata bacaleg Partai Gerindra Dapil 3 Selayar ini.

Meski demikian, dirinya tetap menghormati keputusan Bawaslu yang membolehkan eks napi korupsi bisa ikut pada Pileg 2019.

"Pada prinsipnya saya tidak sepakat ketika mantan napi ikut nyaleg tapi karena diloloskan maka selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat sebagai pemilik suara sah. Karena kita tidak ingin jatuh di lubang yang sama dalam waktu yang berbeda," jelasnya.

Jadi, keputusan terkait dipilih atau tidaknya caleg tersebut ada di tangan masyarakat. Kalau memang masyarakat tidak menginginkan yang bersangkutan, ya silakan tidak dipilih.

"Intinya masyarakat harus pandai menentukan hak pilihnya, salah satunya dengan mempelajari track record para caleg," tuturnya.(*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved