BPJS Kesehatan Bantah Hilangkan Tanggungan Operasi Katarak dan Pelayanan Bayi Lahir Sehat

Untuk diketahui, biaya operasi katarak ditanggung BPJS Kesehatan setahun sebesar Rp 2,6 triliun.

BPJS Kesehatan Bantah Hilangkan Tanggungan Operasi Katarak dan Pelayanan Bayi Lahir Sehat
ilo mangenre/tribun-timur.com
Kantor BPJS Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Sulsel. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, memastikan pihaknya tak menghilangkan pelayanan operasi katarak, pelayanan fisioterapi, pelayanan bayi lahir sehat pada persalinan sectio dan pelayanan gawat darurat di RS.

Hal itu disampaikannya menanggapi isu yang merebak di tengah masyarakat bahwa BPJS Kesehatan telah menghilangkan tanggungannya di empat pelayanan itu.

Dia menjelasakan, operasi katarak ditanggung untuk penglihatan yang harusnya bisa melihat dalam jarak 18 meter namun kemudian hanya bisa melihat dalam jarak 6 meter atau kurang (visus kurang dari dan atau sama dengan 6/18).

Ini berarti, mata yang dioperasi sudah betul-betul harus dioperasi karena "pengerasan lensa" mata.

Yang belum tahap keharusan, maka operasinya bisa dijadwalkan kecuali apabila ada hal emergensi.

Baca: Fraksi Golkar: 5,3 Juta Penduduk Miskin Tidak Ter-Cover BPJS Kesehatan

Untuk diketahui, biaya operasi katarak setahun sebesar Rp 2,6 triliun.

Lebih besar daripada biaya cuci darah setahun yang hanya Rp 2,3 triliun.

"Artinya kalau ada pilihan prioritas, biaya yang ada tentu diprioritaskan untuk kasus yang menyangkut nyawa, misalnya gagal ginjal. Ini apabila kita terpaksa membandingkannya," katanya melalui rilis diterima TribunTimur.com, Senin (17/9/2018).

Sementara pelayanan fisioterapi tetap dijamin. Tidak ada penghilangan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved