Pemprov Godok Perusda Tambang, Begini Reaksi DPRD Sulsel

Proses pembentukan perusda harus melalui mekanisme Panitia Khusus (Pansus).

Pemprov Godok  Perusda Tambang, Begini Reaksi DPRD Sulsel
Hasim Arfah
Sekretaris DPW PAN Sulsel, Jamaluddin Jafar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Jamaluddin Jafar, merespon rencana  Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) Pertambangan. 

"Kalau kami melihat itu tak masalah yang penting mampu menambang PAD (pendapatan asli daerah) Sulsel, karena selama ini banyak Perusda tak sesuai target laba," kata Jamal, Minggu (16/9/2018). 

Ia juga menuturkan, proses pembentukan perusda harus melalui mekanisme Panitia Khusus (Pansus). 

"Selain itu, Perusda ini harus sesuai dengan penjabaran visi misi dalam RPJMD nanti," katanya.

Baca: Pemprov Godok Perusda Baru di Sulsel

"Kalau saya melihat memang masih banyak lokasi pertambangan yang belum tergarap di Sulsel." 

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan rencana Pemprov Sulsel untuk membentuk Perusda Tambang. 

Saat ini, Pemprov sudah mengkaji efektivitas kehadiran Perusda ini.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS)2018, komoditas tambang masih memimpin untuk ekspor Sulsel. 

Baca: Andi Ansyari Datu Mangkona Dinobatkan Pemegang Mandat Majelis Agung Raja Sultan di Sulsel

Nilai ekspor tambang nikel terbesar dari dengan nilai sebesar US$ 79,35 juta atau Rp 1,15 triliun dengan share 70,97 persen.

Disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 13,49 juta atau Rp 197 miliar dengan share 12,07 persen.

Kemudian komuditas garam, belerang dan kapur sebesar US$ 3,54 juta atau Rp 51,7 miliar dengan share 3,17 persen), kakao/cokelat sebesar US$ 2,94 juta atau Rp 42,9 miliar dengan share 2,63 persen. 

Selanjutnya, ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar US$ 2,70 juta atau Rp 39,4 miliar dengan share 2,41 persen dari total nilai ekspor.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved