Kemarau, 5 Desa Kekurangan Air Bersih di Bulukumba

Warga terpaksa menggali sumur dan memanfaatkan aliran Sungai Balantieng untuk mencuci pakaian dan keperluan mandi.

Kemarau, 5 Desa Kekurangan Air Bersih di Bulukumba
HANDOVER
Petani Ujung Loe, Bulukumba, Sulsel, mencari solusi pengairan sawahnya yang dilanda kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNBULUKUMBA.COM, RILAU ALE - Sebanyak empat desa di Kecamatan Rilau Ale dan satu desa di Kecamatan Ujug Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengalami krisis air.

Warga terpaksa menggali sumur dan memanfaatkan aliran Sungai Balantieng untuk mencuci pakaian dan keperluan mandi.

Desa-desa yang dilanda kekeringan antara lain, Desa Bululohe, Desa Bontomanai, Desa Topanda, Desa Tanah Harapan Kecamatan Rilau Ale dan Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe.

"Pemerintah harus mencarikan solusi krisis air bersih di lima desa itu," kata Andi Atnan, seorang warga Bontomanai, Minggu (16/9/2018).

Baca: Sambut Kunjungan Gubernur Sulsel, Warga Desa Ara Bulukumba Minta Perbaikan Jalan

Petani Desa Bululohe tahun ini juga tidak menanam padi karena persoalan air.

Humas Pemkab Bulukumba, Ayatullah meminta warga yang mengalami krisis air untuk segera melapor ke petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) agar dapat dibawakan air.(*)

Foto- Warga petani Ujung Loe sedang mencarikan solusi sawahnya yang dilanda kekeringan.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help