Jumlah Kasus Asusila Tinggi, Kapolres Enrekang Minta Orangtua Awasi Pergaulan Anaknya

Terbaru adalah kasus Asusila yang dilakukan sembilan orang lelaki terhadap seorang gadis berusia 16 tahun di Kecamatan Baraka.

Jumlah Kasus Asusila Tinggi, Kapolres Enrekang Minta Orangtua Awasi Pergaulan Anaknya
m azis albar/tribunenrekang.com
Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kasus Asusila terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan tergolong tinggi.

Data yang dihimpun TribunEnrekang.com, kasus asusila di Kabupaten Enrekang hingga Mei 2018, sudah mencapai enam kasus yang ditangani Enrekang'>Polres Enrekang. Keenam kasus tersebut terdiri dari dua pencabulan dan empat persetubuhan.

Sementara di tahun 2017 lalu, Enrekang'>Polres Enrekang menangani 13 kasus Asusila, yang terdiri dari tujuh pencabulan dan enam kasus persetubuhan.

Terbaru adalah kasus Asusila yang dilakukan sembilan orang lelaki terhadap seorang gadis berusia 16 tahun di Kecamatan Baraka.

Menanggapi hal itu, Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji, menilai kasus Asusila memang seperti gunung es.

Baca: HPMM Kecam Tindakan Asusila Terhadap Anak di Bawah Umur di Kecamatan Baraka

Baca: Setelah Narkoba, Perkara Asusila Terbanyak Ditangani PN Masamba

Sebab, beberapa masyarakat masih enggan melaporkan, karena jika dilaporkan akan jadi aib keluarga, sementara kalau tidak dilaporkan pihak kepolisian tak bisa mendeteksi.

"Olehnya itu saran kami, kalau ada kasus seperti itu masyarakat jangan sungkan untuk laporkan kepada kami, agar kami proses sesuai hukum yang berlaku," kata Ibrahim Aji kepada TribunEnrekang.com, Minggu (16/9/2018).

Ia pun mengakui kasus asusila adalah salah satu kasus yang tegolong tinggi di Enrekang dibandingkan dengan kasus-kasus lainnya.

Sehingga memang dibutuhkan penanganan khusus, oleh semua elemen mulai dari masyarakat hingga instansi terkait.

"Salah satu upaya kita adalah koordinasi dengan DP3A untuk penanganan dan pencegahannya dengan sosialisasi ke masyarakat," ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat khususnya orang tua untuk menjaga pergaulan anaknya dengan baik.

Melalui pendekatan agama ataupun dengan sisi pakaiannya, termasuk dalam penggunaan media sosial anak juga harus dipantau.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help