Dorong Sektor Pariwisata Sebagai Sumber Devisa, Halal Tourism Mengemuka di Sulsel

Nurdin Abdullah (NA) menyiapkan langkah strategis dengan memetakan potensi wisata Sulsel ke dalam lima bagian.

Dorong Sektor Pariwisata Sebagai Sumber Devisa, Halal Tourism Mengemuka di Sulsel
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Pusat, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini menyepakati strategi mendorong pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan penerimaan devisa negara.

Salah satu cara meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa dari pariwisata.

Terutama untuk destinasi wisata prioritas seperti Danau Toba, Borobudur-Joglosemar, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, Jakarta, Banyuwangi, Bromo, dan Kepulauan Riau.

Nama Sulsel tidak masuk dalam 10 destinasi wisata prioritas tersebut.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) menyiapkan langkah strategis dengan memetakan potensi wisata Sulsel ke dalam lima bagian.

Baca: Putri Pariwisata Sulbar, Rambutnya Sebahu dan Senyumnya Renyah

Kelimanya yakni wisata budaya seperti di Toraja dan Kajang, wisata bahari seperti Takabonerate, Bira, Galesong dan Marina.

Lalu wisata sejarah Benteng Rotterdam, Benteng Sumba Opu, Danau Matano, dan Gua Leang-leang.

Ada juga wisata agro seperti Malino, Pucak, Danau Tempe, Rumbia, dan masih banyak lagi, serta wisata kuliner seperti coto, konro, pallubasa.

President Celebes Halal Tourism Community, Azhar Gazali menilai, pemerintah yang baru sebaiknya lebih memperhatikan percepatan pengembangan pariwisata halal dengan mengembangkan area tertentu yang jadi pilot project.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved