Deklarasi Pemilu Damai di Palopo Hanya Diikuti Tujuh Parpol

Tujuannya untuk menyambut dan mendukung pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

Deklarasi Pemilu Damai di Palopo Hanya Diikuti Tujuh Parpol
hamdan soeharto/tribunpalopo.com
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Pimpinan Partai Politik (Parpol) melaksanakan deklarasi Pemilu Damai 2019 di Lapangan Pancasila, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (16/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Seoharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Pimpinan Partai Politik (Parpol) melaksanakan deklarasi Pemilu Damai 2019 di Lapangan Pancasila, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (16/9/2018).

Dari 16 partai politik yang ada, hanya tujuh Parpol yang hadir dalam deklarasi itu. Masing-masing partai Gerindra, PDIP, Golkar, PKS, PBB, PAN, dan Demokrat. Sementara partai yang tidak hadir yakni partai PKB, NasDem, Garuda, Berkarya, Perindo, PPP, PSI, Hanura, dan PKPI.

Baca: Terlambat Hadiri Deklarasi Pemilu Damai, Ini Alasan Ketua KPU Soppeng

Baca: Polres Sidrap Deklarasi Pemilu Damai

Deklarasi pemilu damai serentak dilakukan se-Indonesia. Tujuannya untuk menyambut dan mendukung pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

Kapolres Palopo, AKBP Taswin berkesempatan membawakan sambutan. Ia mengatakan, dengan pelaksanaan deklarasi pemilu damai saat ini diharapkan lebih nyaman, aman, damai, dan sejuk sehingga dapat melahirkan demokrasi yang lebih bagus dan lebih baik untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Deklarasi damai yang dilaksanakan Polri hari ini serentak di Indonesia. Hal ini dimaknai untuk menyatakan sikap bahwa Kepolisian dan TNI siap melaksanakan penyelenggaraan Pemilu legislatif dan Pilpres 2019 dengan aman, sejuk dan damai,” katanya.

Deklarasi damai itu juga diramaikan dengan pelepasan balon ke udara dan senam tobelo bersama masyarakat.(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help