Berkas Rampung, Enam Tersangka Pembakaran Rumah di Tinumbu Segera Diadili

Berkas berita acara pemeriksaan selanjutnya diserahkan ke Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Negeri Makassar

Berkas Rampung, Enam Tersangka Pembakaran Rumah di Tinumbu Segera Diadili
dar
Polrestabes Makassar gelar rekonstruksi pembakaran satu keluarga di Tinumbu di Mapolrestabes, karena soal keamanan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resort Kota Besar Makassar telah merampungkan berkas perkara enam tersangka pelaku pembakaran rumah di Jl Tinumbu, Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar.

Berkas berita acara pemeriksaan selanjutnya diserahkan ke Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Negeri Makassar sebelum dilimpahkan ke Pengadilan.

" Semuanya sudah rampung, minggu ini kita mau kirim berkas tahap pertamanya ke ke Kejaksaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar,Kompol Wirdanto.

Setelah berkas dikirim, maka tinggal menunggu petunjuk dari jaksa peneliti. Apakah sudah dinyatakan lengkap atau masih ada kekurangan yang harus dilengkapi sesuai petunjuk.

Baca: Keluarga Histeris saat Rekonstruksi Pembakaran Satu Keluarga di Tinumbu

Pembakaran rumah yang terjadi sejak Agustus 2018 lalu menewaskan satu keluarga. Pelakunya berjumlah enam orang dan saat ini mendekam di sel Mapolrestabes Makassar.

Mereka adalah Akbar dg Ampuh alias Rangga (32), Riswan alias Ako (23), Haidir (25), Wandi (23), Ilo (23) dan terakhir ditangkap Zulkifli Amir alias Ramma (22).

Otak pelaku pembakaran sendiri bernama Akbar, ekskutor pembakara yakni Riswan alias Ako (23), Haidir (25), Wandi (23), Ilo (23) dan terakhir ditangkap Zulkifli Amir alias Ramma (22) warga asal Parepare.

Saat Ramma ditangkap di Parapare Rabu lalu dilumpuhkan petugas kedua betisnya karena melakukan perlawanan dan coba melarikan diri, saat petugas menggiringnya ke Kota Makassar.

Baca: Pindah-pindah Lapas, Otak Pembakar 6 Orang di Jl Tinumbu Diusul Pindah ke Penjara Nusakambangan

Pelaku Ramma mengatakan, melakukan pembakaran rumah karena dia sangat jengkel dengan salah satu korban, Fahri yang mempunyai utang terhadap Ampuh.

Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal, Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz (2).

"Saya jengkel sama dia (Fahri), karena kami terus datangi dan minta uang tapi dia tidak punya uangnya, dia juga mau keluar daerah ke Kendari," jelas Ramma. (san)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help