Belanja Barang Online Impor di Atas 75 Dolar AS Kena Bea Masuk, Ini Kata Apindo Sulsel

Apabila ini dibiarkan, tentu persaingan produk domestik tidak mampu mengikutinya khususnya produk dari China.

Belanja Barang Online Impor di Atas 75 Dolar AS Kena Bea Masuk, Ini Kata Apindo Sulsel
Getty Images
Ilustrasi belanja online 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan atas PMK Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman diteken Menkeu, Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

PMK tersebut kemudian diundangkan 10 September 2018 serta berlaku 30 hari sejak diundangkan.

Perbedaan mendasar dalam aturan baru ini adalah ketentuan nilai barang dari luar negeri yang diberi bebas bea masuk maksimal 75 dollar AS per penerima.

Adapun pada aturan lama sebesar 100 dollar AS.

Sekretaris Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Yusran Ib Herald yabg dihubungi Minggu (15/9/2018) menuturkan, Apindo yang mendorong rugulasi ini keluar.

Baca: Ini Langkah Bea Cukai LPEI Hadapi Tantangan Ekspor di Kawasan Indonesia Timur

"Tidak lain untuk mendukung penguatan rupiah dan melindungi produsen dalam negeri," katanya.

"Kita tau banyak barang impor yg masuk ke Indonesia dengan sangat mudah dan harganya murah," katanya.

Apabila ini dibiarkan, tentu persaingan produk domestik tidak mampu mengikutinya khususnya produk dari China.

"Oleh karena itu Apindo sepakat membantu pemerintah memperkuat rupiah dengan cara membatasi impor," ujarnya.

Ekspor sebenarnya lumayan besar, namun importnya juga berbanding lurus dengan ekspor. Sehingga dampak ekspor dalam penguatan rupiah tidak signifikan.

Baca: Dollar Menguat, Apindo Sulsel Minta Pemerintah Perkuat Perekonomian Rakyat

"Oleh karena itu seyogyanya memang regulasi ini dapat diberlakukan secara maksimal agar produk dalam negeri bisa diserap oleh masyarakat kita," kata Yusran.

Budaya mencintai produk sendiri juga sangat perlu diterapkan oleh masyarakat. Tidak semata-mata mencari harga yang murah seperti kebanyakan harga produk China. (Aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved