Rugikan Negara Rp 20 Miliar, Mantan Kepala BPKA Makassar Terancam 20 Tahun Penjara

Tim Direktorat Tindak Pidana (Ditipikor) Bareskrim Polri menyebutkan, Erwin terancam kurungan paling cepat 4 tahun

Rugikan Negara Rp 20 Miliar, Mantan Kepala BPKA Makassar Terancam 20 Tahun Penjara
abdiwan/tribuntimur.com
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Erwin Syarifuddi Hayya, mulai menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan alat tulis kantor dan uang makan dan minum, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, JL Kartini, Kecamatan Ujung Pandang Selasa (26/08/2018). Sidang perdana ini dilaksanakan dengan agenda pembacaan dakwaan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Mabes Polri telah menetapkan Erwin Hayya sebagai tersangka kasus fee 30 persen SKPD Pemkot Makassar.

Tim Direktorat Tindak Pidana (Ditipikor) Bareskrim Polri menyebutkan, Erwin terancam kurungan paling cepat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

"Pasal ditetapkan adalah pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Junto pasal 55 ayat 1 ke 1," kata Dirtipikor, Brigjen Erwanto Kurniadi melalui WhatsApp, Jumat (14/9/2018).

"Saat ini baru yang bersangkutan dulu. Kami belum mendapatkan fakta terbaru soal keterlibatan korporasi," lanjut Erwanto.

Saat ini, Erwin Hayya, yang mantan Kepala BPKA Makassar menjalani penahanan di Rutan Makassar terkait kasus tipikor lain.

Kasus fee 30 persen SKDP Kota Makassar ini, pagu anggarannya Rp 70 milyar lebih.

Mabes Polri mencatat kerugian negara Rp 20 milyar lebih.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved