Ngeri, 50 Ribu Driver Akan Demo Besar-besaran di Kantor Grab, Inilah 3 Tuntutannya

Igun mengungkapkan, pada demo mendatang akan disampaikan tiga tuntutan yang disebut Trisula dari driver Grab

Ngeri, 50 Ribu Driver Akan Demo Besar-besaran di Kantor Grab, Inilah 3 Tuntutannya
KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Sejumlah massa ojek online berunjuk rasa saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) akan melakukan demo di kantor operasional Grab Indonesia, Jalan Bendungan Hilir Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).

Aksi demo ini diperkirakan diikuti sekitar 50 ribu pengemudi ojek online yang berasal dari Jabodetabek, jalur pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah, Bandung, Lampung, dan lainnya.

Baca: Puluhan Ribu Driver Grab Dipecat, Berikut Sederet Pelanggarannya

Selain di kantor operasional, demo tersebut rencananya dilanjutkan di kantor pusat Grab Indonesia, di kompleks perkantoran Lippo Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda), Igun Wicaksono mengatakan, demo tersebut merupakan aksi lanjutan untuk menyampaikan tuntutan para pengemudi ojek online yang sempat tertunda karena adanya penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Aksi ini wujud kekecewaan driver ojek online yang seharusnya disampaikan saat pembukaan Asian Games 2018. Kami undur demi menjaga nama baik dan kehormatan Indonesia," ujar Igun kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

Igun mengungkapkan, pada demo mendatang akan disampaikan tiga tuntutan yang disebut Trisula.

Tuntutan pertama yakni adanya perjanjian kemitraan antara aplikator dan pengemudi ojek online yang adil dan transparan.

Tuntutan kedua adalah aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi, bukan supply demand algoritma.

Tuntutan terakhir adalah menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator.

"Kita masih berharap ada itikad positif dari aplikator untuk bisa mediasi. Namun, apabila trisula garda tidak dipenuhi, garda akan terus melakukan tuntutan yang semakin sering secara kontinuitas," tutur Igun.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help