Syekh Ahmad Fadhl Al Mahdaly Ungkap Hikmah Dibalik Peristiwa Hijratul Rasul

Salah seorang cendekiawan muslim asal Kabupaten Polman, Syekh Ahmad Fadhl Al Mahdaly menuturkan, ada banyak pelajaran

Syekh Ahmad Fadhl Al Mahdaly Ungkap Hikmah Dibalik Peristiwa Hijratul Rasul
nurhadi/tribunsulbar.com
Syekh Ahmad Fadhl Al Mahdaly

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Peringatan 1 Muharram atau yang disebut Tahun Baru Islam, merupakan penanda bulan pertama dalam kalender Islam.

Satu Muharram juga digunakan untuk memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya dari kota Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi.

Salah seorang cendekiawan muslim asal Kabupaten Polman, Syekh Ahmad Fadhl Al Mahdaly menuturkan, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya.

"Ada anak muda yang pemberani mengantikan Nabi Muhammad di tempat tidurnya, seorang wanita yang membawakan makanan dan Nabi memakai jasa seorang yang non muslim menjadi penunjuk jalan untuk mengantarkan rombongan sampai ke Madinah,"tutur Syekh Ahmad Fadhl Al Mahdaly kepada TribunSulbar.com, Rabu (13/9/2018).

Isyarat ini menurutnya, membangun peradaban itu harus melibatkan semua pihak, tidak ada lagi sekat - sekat agama dan lain sebagainya. Tidak terkecuali dalam membangun Indonesia diatas perbedaan.

Ia menceritakan, setiba Nabi di Madinah, langkah pertama yang beliau lakukan, duduk bersama dengan penduduk Madinah dari berbagai latar belakang agama, suku dan identitas lain.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW membangun sebuah kesepahaman bersama untuk hidup rukun yang tertuang dalam piagam Madinah.

"Jadi bahwa Nabi itu membangun Madinah atas dasar kesepahaman satu cita-cita, dan tidak memandang latar belakang,"tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved