Penerimaan CPNS 2018, Tak Sesuai Harapan, Pemprov Sulsel Rombak Kuota dan Formasi, Kenapa Bisa?

formasi CPNS Pemprov Sulsel sudah ada dari Kemenpan-RB, hanya saja formasi secara struktur belum tepat sasaran.

Penerimaan CPNS 2018, Tak Sesuai Harapan, Pemprov Sulsel Rombak Kuota dan Formasi, Kenapa Bisa?
sscn.bkn.go.id Website Resmi Daftar CPNS 2018 - 2 Langkah Registrasi Akun SSCN Wajib Bagi Pelamar 

"Khusus untuk satu kuota CPNS itu diperuntukkan untuk salah satu CPNS guru Sekolah Luar Biasa (SLB),” kata Toto.

“Peserta tersebut telah memiliki nomor peserta CPNS yang telah dilakukan beberapa tahun lalu, namun karena sakit sehingga SKnya belum keluar. Sehingga total kuota nanti yang akan di terima 401," tambahnya.

Formasi Makassar

Sementara itu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar merilis jumlah resmi kuota CPNS yang diterima oleh Kemenpan untuk pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, Senin (10/9/2018).

Ilustrasi pendaftaran CPNS 2018.
Ilustrasi pendaftaran CPNS 2018. (TRIBUN JOGJA)

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan, dari jumlah 1.370 yang diusulkan Pemkot ke Kemenpan, 481 kuota diterima.

"Dari 1370 yang diusulkan, 481 kuota diterima untuk pendaftaran CPNS tahun ini," kata Danny Pomanto.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Makassar, Baso Amiruddin mengungkapkan rincian formasi CPNS untuk Kota Makassar.

Baca: Akhirnya Egy Maulana Vikri Main di Tim Utama Lechia Gdansk, Sayang Jarang Diberi Umpan Rekannya

Baca: Kebakaran di Bulukunyi Renggut 3 Orang, Rahim Selamat karena Lompat, Istri dan 2 Anaknya Jadi Korban

Baca: Kebakaran di Tinumbu Telan 6 Korban Tewas, Keluarga Duga Ada yang Sengaja Membakar?

Baso mengatakan, dari jumlah tersebut, formasi umum tenaga guru menjadi yang terbanyak dengan jumlah mencapai 340 orang.

"Untuk formasi khusus eks honorer K2 tenaga guru sebanyak 36 orang dan formasi umum tenaga guru sebanyak 340 orang," ungkap Baso, Rabu (12/9/2018).

Adapun rincian tenaga guru yakni guru kelas ahli pertama sebanyak 123 orang, guru Penjaskes ahli pertama 53 orang, guru agama Islam ahli pertama 136 orang, dan guru bahasa daerah 28 orang.

"Sementara itu untuk tenaga kesehatan dibutuhkan sebanyak 55 orang dan tenaga teknis sebanyak 50 orang," pungkasnya. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved