Masyarakat Tongko Sarapung Tana Toraja Kumpul Beras untuk Warga Tak Dapat Raskin

Lanjutnya, serta program brigade turun sawah yang warga mapan sekaligus memiliki lahan persawahan yang ikut.

Masyarakat Tongko Sarapung Tana Toraja Kumpul Beras untuk Warga Tak Dapat Raskin
risnawati/tribuntoraja.com
Sekretaris Lurah Tongko Sarapung, Saba Sombolinggi saat menyerahkan bantuan Beras Kasih Toraya Maelo di Kelurahan Tongko Sarapung, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja, Sulsel, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, SANGALLA - Warga miskin di Kelurahan Tongko Sarapung, Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja mendapat bantuan beras kasih Toraya Maelo.

Beras kasih tersebut adalah bantuan atau sumbangan yang dikumpulkan warga kelurahan setempat sebanyak 247 Kg, kemudian diserahkan kepada 23 Kepala Kelurga (KK) warga miskin yang tidak pernah mendapat Beras Sejahtera (Rasta) dari Pemerintah Daerah.

Sekertaris Lurah Tongko Sarapung, Saba Sombolinggi mengatakan, pembagian beras adalah sebuah inovasi yang diberi judul "Beras Kasih Toraya Maelo di Tongko Sarapung".

"Inovasi ini muncul bermula karena dari pengakuan warga setiap pembagian Rasta hanya masyarakat yang mampu yang mendapatkannya, serta secara fisik tidak mampu lagi memanen karena usia lanjut," tutur Saba, Kamis (13/9/2018).

Lanjutnya, serta program brigade turun sawah yang warga mapan sekaligus memiliki lahan persawahan yang ikut.

Saba mengatakan, penerima beras kasih tersebut ditentukan seluruh unsur masyarakat di Kelurahan Tongko Sarapung diantaranya Tokoh Masyarakat, Pendeta, Pengurus Masjid, Kepala Lingkungan, Ketua RT, Kelompok Wanita, Kelompok Pemuda dan lainnya.

"Beras yang di bagikan bersumber dari masyarakat kelurahan Tongko Sarapung, baik yang berdomisili maupun yang tinggal di luar kelurahan," jelasnya.

Dari pantauan pemerintah kelurahan Tongko Sarapung, menyimpulkan masyarakat tidak mampu diakibatkan ketidakmampuan fisik dan mental, juga kemampuan sumber daya manusia yang tidak bisa bersaing.

"Maka itu kami melibatkan beberapa stakeholder mengambil bagian dalam masalah ini, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustruian dan Perdagangan untuk melakukan pelatihan guna peningkatan sumber daya manusia," tambah Saba.

Dirinya berharap agar nantinya masyarakat bisa mandiri dan berdaya saing untuk keluar dari kemiskinan.

"Sebagai anak buah Bupati Tana Toraja, seorang ASN harus mampu memaksimalkan ruang yang telah dipercayakan atasannya, juga sebagai tempat menerjemahkan serta mendekatkan kepada rakyat apa keinginan Bupati Nicodemus untuk berbuat yang terbaik kepada rakyatnya sesuai tagline Toraya Maelo yang dicanangkannya," tutupnya.

Tagline Toraya Maelo yakni, Jangan Biarkan Rakyatku Sakit, Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh, Jangan Biarkan Rakyatku Lapar.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved