Warga Keluhkan Maraknya Akvititas Tambang Ilegal di Tanralili

Padahal, tambang tersebut sudah dilaporkan oleh perwakilan warga Andi Makkawaru, pekan lalu.

Warga Keluhkan Maraknya Akvititas Tambang Ilegal di Tanralili
Ansar/Tribunmaros.com
Seorang warga memperlihatkan kerusahan sawah di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Maro 

Akibat ulah penambang dan lambannya Polres mengusut, membuat petani terus rugi. Kerusakan lingkungan yang timbulkan, penambang cuku parah.

"Setiap hari, kami menghirup udara bercampur debu. Bikin sesak nafas. Kalau bukan warga yang protes, siapa lagi. Kita protes saja, belum tentu maksimal," katanya.

Sawah Makkawaru dan beberapa petani lainnya, rusak lantaran dilintasi oleh sekitar 70 unit truk pengangkut tanah.

Makkawaru mengatakan, puluhan sawah yang dirusak pematangnya sekitar empat meter, untuk dilintasi truk. Pematang tersebut rata dengan dasar sawah.

"Sawah saya dirusak oleh penambang. Pematang dirusak untuk dilintasi truk. Setiap pematang yang dilintasi, dihilangkan sekitar empat meter," katanya.

Pengrusakan oleh pengusaha tambang, dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada penggarap dan pemilik sawah.

Selain itu, Makkawaru juga tidak pernah diberikan ganti rungi. Padahal sawahnya yang dilintasi sekitar 60 are. Pengusaha terkesan cuek melihat kerugian petani.

"Siapapun itu, kalau sawahnya dirusak oleh tambang, pasti keberatan. Petani tidak mendapat keuntungan akibat pengrusakan itu. Pematang sawah rusak secara cuma-cuma," katanya.

Truk tambang turun ke sawah, lantaran tidak ada akses penambang dari jalan poros Maccopa-Allaere ke lokasi tambang.

Lokasi tambang berjarak sekitar satu kilometer dari jalan poros Desa. Seharusnya, sebelum merusak, penambang meminta persetujuan petani. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help