Sebut yang Tak Pilih Jokowi Bakal Masuk Neraka, Kini Farhat Abbas Dapat Celakanya

Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!

Sebut yang Tak Pilih Jokowi Bakal Masuk Neraka, Kini Farhat Abbas Dapat Celakanya
Farhat Abbas dan Jokowi 

Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!

TRIBUN-TIMUR.COM - Farhat Abbas bakal menerima akibat dari pernyataannya di media sosial.

Seperti diketahui melalui akun instagramnya, Farhat menyebut jika Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga.

Sebaliknya bagi mereka yang tak memilih jokowi justru bakal masuk neraka.

"Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga !

Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi !

Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia)," tulis farhat di akun instagramnya @farhatabbastv226.

Baca: Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!

Akibat dari pernyataan kontroversinya itu warganet ramai mengecam pengacara kondang ini.

Pernyataan Farhat itu juga menimbulkan reaksi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Pasalnya Farhat sempat mengaku-ngaku sebagai salah satu jubir Jokowi-Maruf yang diusulkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pernyataan Farhat ini malah dianggap berdampak negatif bagi elektabilitas Jokowi-Maruf.

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Raja Juli Antoni langsung angkat bicara.

Kepada awak media di Jakarta, Raja Juli Antoni mengatakan pernyataan Farhat itu bersifat personal dan bukan mewakili suara TKN Jokowi-Maruf.

Yang mengejutkan, menutut Raja, Farhat bukanlah jubir Jokowi-Maruf melainkan hanya bagian tim kampanye.

“Jubir kan sudah ada. Seperti Pak Ace Hasan, Abdul Kadir Karding, Johan Budi. Farhat tidak jadi jubir,” katanya, Rabu (12/9/2018).

Karena pernytaan kontroversialnya itu Farhat bakal mendapat sanksi berupa teguran dari TKN Jokowi-Maruf.

"Kami terus terang akan berikan teguran internal ke Farhat," katanya.

lebih jauh Sekjen PSi mengatakan, Jokowi-Maruf tak ingin membawa-bawa Agama dalam urusan Pilpres.

"Ini soal dunia kok. Isu ini (agama) bukan menjadi narasi kampanye Jokowi-Ma'ruf,” katanya.

Sementara itu kepada CNNIndonesia Farhat Abbas memberikan klarifikasi soal pernyataannya itu.

menurut farhat dirinya sedang berpantun.

"Saya berpantun, pilih Jokowi masuk surgawi, pilih mereka masuk neraka. Daripada menghina fitnah, bully, atau nyinyir orang, mending memuliakan orang lain. Silakan tafsirkan positif," katanya.

Ingin Damaikan Mega dan SBY

Di instagramnya sendiri, Farhat hari ini tampak sudah mengganti isu.

Ia menyindir kader-kader Demokrat yang disebutnya tak mendapat ruang di kubu Prabowo-Sandi.

Ia meminta agar kader-kader Demokrat berpindah mendukung Jokowi-Maruf.

Farhat bahkan sesumbar bisa mendamaikan Ketum demokrat SBY dengan Ketum PDIP Megawati.

"Urusan ibu Mega nanti gue yang urus. Gue damaikan dan satukan hatinya ama Pak SBY. Uda Tua Tua wajib damai di dunia dan di akhirat,' cetusnya.

adis_syam: Hidup cuma sekali, periksa diri anda apa sudah benar mau urus orang lain ?

ajengfredella: Om farhat, bisa gak jadi timses yang sehat? Jangan malah memperkeruh suasana dan mengakibatkan turunnya jumlah suara pendukung jokowi. Alangkah baiknya kalo om @farhatabbastv226 memikirkan kembali kata-kata yg om tulis sebelum diposting. Sekiranya pantas atau tidak, pas atau kurang pas. Jangan seolah ngetik inii sedang beradu lawan dengan artis yg penuh sensasi. tolong rubah sikap dan cara bicara anda om, perhitungan dan hargai suara pendukung jokowi yang mungkin banyak membenci cara bersikap anda.

raousell_2381: Situ aja banyak masalah sama org, mau damaikan org.

Farhat Abbas ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Alasan Hotman Paris Tolak Jadi Jubir Prabowo - Sandi

Selain urusan partai pengusung, sosok calon, faktor juru bicara juga merupakan elemen penting dalam pilpres.

Tidak sedikit tokoh yang berlomba jadi juru bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019.

Seperti diketahui, pasangan bakal capres-cawapres sudah melewati beberapa tahap pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), kedua kubu yang akan berlaga pada Pilpres tahun depan disibukkan dengan pembentukan tim pemenangan pasangan calon.

Kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin bahkan telah menggelar acara pembekalan dan pelatihan bagi 108 dari 225 juru bicara tim pemenangannya pada Senin (13/8/2018).

Sedangkan juru bicara tim pemenangan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno lebih ramping dari kubu petahana.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, pihaknya hanya menyiapkan 10 orang juru bicara saja.

Farhat Abbas Pastikan ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Alasan Hotman Paris Tolak Jadi Jubir Prabowo - Sandi
Farhat Abbas Pastikan ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Alasan Hotman Paris Tolak Jadi Jubir Prabowo - Sandi ()

Para juru bicara tim pemenangan tersebut berasal dari berbagai elemen.

Pengacara kontroversial, Farhat Abbas menjadi salah satu nama yang dipersiapkan untuk menjadi juru bicara tim pemenangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Farhat Abbas pernah terlibat perseteruan sengit dengan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea yang merupakan sahabat Sandiaga Salahuddin Uno.

Ketika dikonfirmasi mengenai kesediaan Hotman Paris Hutapea untuk menjadi juru bicara atau tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno yang akan berdebat meladeni Farhat Abbas, Hotman Paris Hutapea dengan tegas menolaknya.

Farhat Abbas ke Jokowi- Ma'ruf, Hotman Paris Ungkap Alasan Ogah Jadi Juru Bicara Timses Prabowo - Sandiaga ()
Walaupun Hotman Paris Hutapea telah mengenal Sandiaga Salahuddin Uno sejak masa krisis moneter, hal itu tidak lantas membuatnya tertarik terjun ke dunia politik.

Hotman Paris Hutapea mengaku, tidak akan menerima tawaran politik apapun karena dirinya sudah sangat nyaman dengan kesuksesan profesi dan hidupnya saat ini sebagai pengacara.  

"Nggak, dari dulu saya sudah ditawarkan berbagai partai, Prabowo klien gua, Harry Tanoe klien gw, Airlangga Hartarto klien gua, tapi gua gak mau duduk jadi DPR atau apa. Saya lebih merdeka hidup seperti sekarang. Toh gua udah jadi pengacara tersukses ngapain gua masuk politik. Biasanya pengacara kurang sukses atau pas-pasan banyak yang terjun ke politik, kalau gua kan udah kelewat sukses, jadi gak ada niat."  

Demikian kata Hotman Paris Hutapea kepada Warta Kota, Selasa (14/8/2018). 

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help