Media Hong Kong Beberkan Dugaan Konspirasi Kejahatan Keuangan di Era SBY Berkuasa

Pada era SBY, disebut sebanyak USD 12 miliar (Rp 177 triliun) uang dari pembayar pajak, dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional.

Media Hong Kong Beberkan Dugaan Konspirasi Kejahatan Keuangan di Era SBY Berkuasa
KOMPAS.COM/SABRINA ASRIL
Susilo Bambang Yudhoyono 

Sementara itu pihak yang melayangkan gugatan Weston International Capital Ltd yang berbasis di Mauritius adalah pihak yang gagal dalam lelang itu bersama dengan beberapa bank lain.

Analisis 488 halaman itu menuduh para pejabat Indonesia melakukan kecurangan pembelian dan menyetujui bahwa J Trust lah yang "cocok dan layak" untuk menjalankan bank itu meskipun mereka konon tidak pernah menjalankan bank komersial.

Laporan itu juga menyebut J Trust sebenarnya telah terlibat dalam skandal besar Livedoor Credit di 2005 di Tokyo.

Seperti yang dilaporkan Asia Sentinel, tidak ada bukti bahwa J Trust pernah membayarkan dana sebesar USD 366,67 juta untuk membeli bank.

Catatan LPS menunjukkan bahwa J Trust membayar hanya 6,8 persen dari jumlah itu, atau sekitar USD 24,14 juta dimuka.

Pembayaran itu diduga 33 hari setelah tanggal penjualan yang disebutkan.

Sisanya dilunasi Bank Indonesia melalui surat promes pinjaman syariah (promisorry note) melalui LPS.

Berdasar catatan LPS pada 2015, sebuah perusahaan asuransi menuliskan angka Rp 3,06 triliun pada promissory note syariah.

Pada 2015, menurut catatan LPS, perusahaan asuransi mencatatkan Rp 3,065 triliun (USD 230,65 juta) pada surat promes syariah menjadi nol.

Para penggugat menuduh bahwa penjualan Bank Mutiara ini adalah konspirasi yang dieksekusi melalui perjanjian pembelian saham ilegal, pribadi, dan tidak transparan.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help