Kodim Jeneponto Amankan Terduga Penyelundup BBM

Tiga motor yang telah dinodifikasi tangkinya mampu mengangkut 29-30 liter bensin, dua kali lipat dari ukuran tangki motor standar

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Jajaran Intel Kodim 1425 Jeneponto, berhasil mengamankan lima motor pengangkut bahan bakal minyak (BBM) diduga Ilegal dan lima jirigen berukuran besar berisi BBM jenis premium, Rabu (12/9/2018) siang.

Kelima motor itu masing-masing jenis Suzuki Thunder empat unit dan satu Yamaha Vega Zr.

Tiga dari lima motor yang diamankan di Makodim 1425 Jeneponto itu, telah dimofikasi pada bagian tangkinya sehingga mampu memuat BBM lebih banyak dari biasanya.

Tiga motor yang telah dinodifikasi tangkinya mampu mengangkut 29-30 liter bensin, dua kali lipat dari ukuran tangki motor standar yang biasanya memuat 12-15 liter.

Sementara dua motor lainnya mengangkut dengan menggunakan jirigen.

Pemilik ke lima kendaraan itu pun menjalani pemeriksaan oleh personel Kodim 1425 Jeneponto.

Ke lima terdua pelaku penyelundupan BBM itu, diamankan saat hendak membongkar muat BBM di sekitar area SPBU Kalukuang, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

"Sebenarnya dari awal kita tidak mau melakukan sweeping kalau instansi terkait instansi terkait melakukan tugasnya masing-masing, begitu yang pertema kita melihat keluhan masyarakata, kedua hasil temuan di lapangan," kata Dandin 1425 Jeneponto Letkol ARH Sugiri.

Bukti keresahan warga khususnya pengguna BBM jenis premium, menurut Sugiri, saat personelnya mendapati lansung adanya pengisian BBM yang mencurigakan.

"Temuan anggota kita di lapangan itu, melihat setiap hari panjangnya antrian, yang kedua anggota saya menyaksikan lansung pembeli melakukan pengisian lansung ke jerigan. Dari itulah saya perintahkan anggota saya untuk mengecek lansung di lapangan," ujar Sugiri.

Pihaknya pun mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Polres Jeneponto terkait pengungkapan itu.

"Saya sudah kordinasi dengan pak Kapolres (Hery Susanto), izin bang saya akan lakukan begini-begini dan kapolres bikang bagus itu nanti kita dukung. Jadi saya sudah telpon pak kapolres sebelum anggota saya turung," ujarnya.

Pihaknya pun akan menyerahkan penanganan temuan itu ke Polres Jeneponto untuk ditidaklanjuti.

"Saya kordinasi dengan pak Kapolres katanya nanti anggota Reskrim yang datang kesini untuk menindaklanjuti," Jelas Sugiri.

Mudos dari para pelaku penyelundup BBM itu dengan menyamar sebagai membeli pada umumnya di SPBU Kalukuang secara berulangkali, lalu dijual ke pengecer yang ada di kampung-kampung dengan meraup untuk Rp 1000-2000 per liter.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help