Insiden Mapala STKIP Bone

Innalilalahi, Mapala Korban Tewas Insiden Tower Rubuh di Bone Bertambah 2 Orang

“Kita doakan semoga saudara kita, Nair, bisa selamat dan dalam lindungannNYA,

Saprijal (23) warga Kelurahan Pappolo Kecamatan Tanete Riattang,

Baca: Tiga Anggota Mapala STKIP Muhammadiyah Bone Tertimpa Tower Roboh, 1 Tewas

Sedangkan Akbar tewas pertama, adalah warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang,
"Korban atas nama Akbar meninggal dunia dengan luka parah, kepala pecah membentur bangunan masjid," kata Andi Asdar kepada tribunbone.com.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol A Asdar, kepada wartawan, mengkonfirmasikan, insiden maut ini bermula, dari upaya 3 anggota Mapala ini membantu panitia Pembangunan Menara Masjid untuk membongkar menara tower yang sudah berusia sekitar 25 tahun ini.

Tower berkonstruksi batang besi baja ini adalah Pemancar Radio milik Kantor Departemen Penerangan (Deppen) Bone, yang sudah tidak terpakai, 17 tahun terakhir.

Panitia Mesjid pun meminta jasa dan keahlian tim Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) STKIP Bone untuk membantu membongkar tower setinggi 30 meter ini.

Nahasnya, tower yang besinya mulai keropos roboh saat dipanjat oleh 3 anggota Mapala STKIP Muhammadiyah Bone.

Tower eks Kantor Penerangan di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone, roboh, Selasa (11/9/2018).
Tower eks Kantor Penerangan di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone, roboh, Selasa (11/9/2018). (justang/tribunbone.com)

“saat Akbar berada diatas tower untuk melepaskan kawat pengikat penahan tower, tiba-tiba bambu penahan tower tersebut patah dan seketika itu, tower besi milik Stasiun Radio Pemerintah tersebut rubuh dan menimpa dua orang rekan korban yang berada dibawah.”

Saat memanjat, para anggota Mapala menggunakan perlengkapan standar. Tali, karabiner, dan perlengkepan keselamatan lain yang biasa digunakan pemanjat tebing profesional.\

Dari kesaksian warga, saat memanjat salah satu bambu penopang tower patah. Hinggga membuat, konstruksi besi di bagian tengah, yang mulai keropos juga patah.

Dugaan sementara, konstruksi tower tua ini patah karena kelebihan beban.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help