Apa Kabar Proyek Kereta Api Sulsel? Ini Kata Menteri Perhubungan

Tak hanya bandara dan pelabuhan, dalam kesempatan itu, Budi juga mengungkapkan progres pembangunan kereta api (KA) di Sulsel.

Apa Kabar Proyek Kereta Api Sulsel? Ini Kata Menteri Perhubungan
akbar/tribunbarru.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Sulawesi Barat (Sulselbar), Tharmizi, meninjau progres mega proyek Rel Kereta Api di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu (6/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengunjungi beberapa proyek pembangunan di Sulsel, Rabu (12/9/2018).

Setelah mengunjungi tiga bandara yang tengah dibangun yakni Bandara Pongtiku dan Bandara Buntu Kunyi di Toraja, serta Bandara Bua di Palopo, budi juga mengunjungi proyek pembangunan Makassar New Port (MNP), di Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Tak hanya bandara dan pelabuhan, dalam kesempatan itu, Budi juga mengungkapkan progres pembangunan kereta api (KA) di Sulsel.

“KA sulsel ini bagus sekali. KA sulsel memang akan didedikasikan untuk logistik. Ada empat pabrik semen di sini. Kita sudah menyelesaikan 40 KM. Berikutnya itu kombinasi antara APBN dan KPBU," kata Budi.

"Jadi sebagian kita sedang melakukan suatu beauty contest terhadap investor tertentu dan juga pengelolaan dan maintenance. Yang baik adalah ini merupakan kolaborasi antara BUMD, BUMN, dan asing,” kata dia menambahkan.

Terkait perampungan proyek KA yang ditarget 2019, Budi berdalih banyak proyek strategis lain yang juga harus diperhatikan pemerintah.

“Kita kan selama ini justru mengandalkan proyek kereta api itu dengan hanya APBN. APBN itu kan banyak. Contohnya, kereta api membutuhkan dana lebih dari Rp 10 Triliun. Misalnya Pelabuhan Selayar itu paling mereka butuh Rp40 Miliar. Jadi kita tidak boleh mikir proyek strategis begitu saja," kata Budi.

"Belum lagi pelabuhan yang di ujung Maluku Utara, Kaltara. Oleh karenanya kita pre-reorientasi dan sudah dilakukan di Jabodetabek. Di mana sebagaian itu berasal dari APBN,’ tutup Budi.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help