Adira Finance Ikut Tingkatkan Literasi Industri Bisnis Syariah

Hingga saat ini, jumlah konsumen Adira Finance Syariah sekitar 743.000.

Adira Finance Ikut Tingkatkan Literasi Industri Bisnis Syariah
Muhammad Fadly A/Tribun
Head of Syariah Bisnis Tisna Sumantri 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Literasi masyarakat terhadap industri bisnis syariah masih sangat rendah. Padahal, peluang bisnis syariah di Indonesia ke depan sangat besar. 

Adira Finance Syariah pun aktif melakukan literasi. Teranyar bersama  Dewan Pengawas Syariah keduanya merilis buku berjudul Cari Tahu Pembiayaan syariah Bersama Pak Ustad dan Adi.

Head of Syariah Bisnis Tisna Sumantri menjelaskan secara terperinci dari mulai perbedaan pembiayaan syariah dengan sistem konvensional, keuntungan, hingga produk produk yang ditawarkan plus network Adira Finance Syariah, yang mulai beroperasi dari Juni 2012.

Hingga saat ini, jumlah konsumen Adira Finance Syariah sekitar 743.000. Angka ini terbilang masih mini jika melihat mayoritas penduduk kita yang notabene Muslim.

Bagi Adira Finance Syariah, masih rendahnya penetrasi layanan syariah ini adalah tantangan utama, selain unit usaha tersebut belum lama beroperasi. 

Sementara persepsi masyarakat terhadap Adira lebih mengenal sebagai lembaga pembiayaan nonbank yang menerapkan sistem konvensional.

"Ini tantangan kami untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar pembiayaan syariah menjadi pilihan yang tepat. Ketika konsumen datang ke Adira, mereka langsung bilang mau akad syariah," katanya. 

Tisna juga mengungkapkan, memang masyarakat sudah banyak yang mengakses pembiayaan ke Adira terutama untuk kendaraan bermotor dan kebutuhan konsumtif lainnya secara konvensional. Kini, dengan pembiayaan syariah otomotif, konsumen bisa mengajukan pembelian motor atau mobil tanpa khawatir dengan unsur riba.

Sebab, sumber pendanaan bersal dari bank syariah dan dana lain yang diperbolehkan secara syariah.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help