Tugu Pahlawan di Makassar Tak Terurus, Ini yang Akan Dilakukan Kodam XIV Hasanuddin

Tugu pahlawan yang merupakan simbol perjuangan para pejuang puluhan tahun silam di Makassar kian tak terurus.

Tugu Pahlawan di Makassar Tak Terurus, Ini yang Akan Dilakukan Kodam XIV Hasanuddin
sanovra/tribuntimur.com
Manajemen Trans Studio Theme Park Makassar merayakan ulang tahun yang ke-9, Makassar, Minggu (9/9). Perayaan ulang tahun tersebut berlangsung meriah yang di tandai dengan pertunjukan Mini Circus dilanjutkan tiup lilin lalu pemotongan nasi tumpeng oleh General Manager Trans Studio Theme Park Makassar, Luisito Hari Krisanto dan Kepala Dinas Parawisata Makassar, Hj Rusmayani Majid. Magician Ibu Kota, Master Limbad tampil bersama Performers Trans Studio Theme Park Makassar yang membuat panggung semakin hidup 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tugu pahlawan yang merupakan simbol perjuangan para pejuang puluhan tahun silam di Makassar kian tak terurus.

Tugu Pahlawan Indonesia tersebut dibangun di atas lokasi yang menjadi lokasi pendaratan pasukan TNI, usai pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 1949.

Monumen itu dibangun 1951, untuk mengenang ‘pertempuran antara TNI dengan tentara KNIL/NICA” dua hari (27-29 Desember 1949), atau 69 tahun silam.

Dari pantauan Tribun, kawasan itu kini jadi areal penumpukan kardus pemulung.

Ada beberapa botol minuman keras di tangga undakannya.

Baca: Tugu Pahlawan Nasional Terbengkalai, Begini Reaksi Nurdin Abdullah

Monumen setinggi 10 meter itu, nyaris tertutupi kedai “liar” permanen, di sisi timurnya.

Warung tenda sea food, yang saban hari dikenakan “pajak” oleh instansi pemerintah kota, juga kian memperburuk posisi monumen.

Menanggapi tak terurusnya simbol perjuangan bangsa tersebut, Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Alamsyah mengatakan akan memerintahkan Dandim 1408/BS untuk berkoordinasi ke Pemkot Makassar.

"Nanti kami juga akan coba laporkan ke pimpinan, kami akan koordinasi ke kodim, dan mereka koordinasi ke Pemkot Makassar bagaimana upaya untuk memelihara simbol-simbol perjuangan bangsa tersebut," kata Alamsyah, Senin (10/9/2018).

Alamsyah mengtakan, monumen tersebut merupakan simbol perjuangan para pahlawan yang harus dijag baik-baik.

Baca: Tugu Pahlawan Indonesia di Pantai Losari Terus Tergusur

"Persoalan perjuangan itu adalah persoalan bersama. Saat perjuangan itu dulu, seluruh elemen bangsa bersatu. Monumen itu dibangun sebagai penghargaan ke para pahlawan dan kepada kita generasi berikut untuk memahami dan mengetahui bahwa di sini loh pernah ada sejarah perlawanan bangsa," ucapnya.

"Oleh krena itu, kita semua harus bertanggung jawab untuk memelihara itu, tapi mungkin saran kami kepada yang secara fungsional berkewajiban membenahi diharapkan tetap menjaga dan melesatarikan simbol perjuangan tersebut," sambung Alamsyah.

Menurutnya, simbol tersebut akan menjadi bgian penting dalam mengingatkan kita saat ini akan perjuangan para pahlawan dulu, apalagi menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November.

"Ini penting, tanpa simbol itu kita tidak akan tahu seperti apa perjuangan para pejuang kita dahulu, apalagi ini akan hari pahlawan," pungkasnya.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help