Peringati Tahun Baru Islam, Al Kalam Pamerkan 7000 Benda Pusaka

pameran yang setiap tahun digelar sejak 2010 ini, akan menampilkan sekitar 7000 benda pusaka milik Komunitas Al Kalam.

Peringati Tahun Baru Islam, Al Kalam Pamerkan 7000 Benda Pusaka
Fahrizal Syam/Tribun
Komunitas Al Kalam menggelar pameran benda-benda pusaka dalam rangka memperingati 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komunitas Al Kalam menggelar pameran benda-benda pusaka dalam rangka memperingati 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriah.

Pameran yang akan berlangsung 11-13 September 2018 ini berlangsung di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jl Jend Sudurman Makassar, mulai pukul 08.00-20.00 Wita.

"Kami dari komunitas Al Kalam akan memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H. Al Kalam sudah memperingati yang ke-40 kalinya, dirangkaikan dengan pameran benda pusaka tunggal mulai besok 11-13 September 2018, dibuka mulai jam 8 pagi sampai 8 malam," kata Ketua Panitia, Alkausar Kalam.

Alkausar mengatakan, pameran yang setiap tahun digelar sejak 2010 ini, akan menampilkan sekitar 7000 benda pusaka milik Komunitas Al Kalam.

"Kalau benda pusaka yang dipamerkan ada kisaran 7000-an untuk saat ini, terdiri atas keris berbagai ukuran, ada yang panjangnya sampai 2 meter, ada badik, tombak, parang, pedang, dan tongkat komando, dan lain-lain. Semua koleksi pribadi Al Kalam," terangnya.

Ribuan benda-benda pusaka dipamerakan pada pameran benda-benda pusaka dalam rangka memperingati 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang berlangsung di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jl Jend Sudurman, Makassar, Selasa (11/9). pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Al Kalam ini menampilkan sekitar 7000 benda pusaka milik Komunitas Al Kalam yang terdiri dari ada keris panjang 600 buah, keris kecil 1.600 buah hingga badik dan tombak mencapai 3.000 sampai 4.000 buah.
Ribuan benda-benda pusaka dipamerakan pada pameran benda-benda pusaka dalam rangka memperingati 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang berlangsung di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jl Jend Sudurman, Makassar, Selasa (11/9). pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Al Kalam ini menampilkan sekitar 7000 benda pusaka milik Komunitas Al Kalam yang terdiri dari ada keris panjang 600 buah, keris kecil 1.600 buah hingga badik dan tombak mencapai 3.000 sampai 4.000 buah. (sanovra/tribuntimur.com)

Ia menjelaskan, Al Kalam sendiri setidaknya memiliki totol 10 ribu benda pusaka, namun yang bisa dipamerkan hanya sekitar tujuh ribu akibat keterbatasan tempat.

"Tahun ini kami pamerkan lebih banyak, tahun lalu masih di kisaran enam ribuan. Al Kalam sebenarnya memiliki sekitar 10 ribu benda pusaka, tapi tempat pameran tidak memadai untuk menampung semuanya," ungkap dia.

Alkausar berharap, pameran benda pusaka seperti itu dapat menggugah masyarakat Susel untuk menjaga benda pusaka khas Sulsel, yang menurutnya saat ini sudah banyak yang hilang.

"Harapan kami sebenarnya pelestarian benda pusaka atau tradisi Sulsel, yang selama ini kita tahu tergerus zaman. Banyak benda pusaka kita keluar daerah negeri, ada yang sampai di Malaysia dan Brunei. Kita ingin menampilkan bahwa masih ada masyarakat Sulsel yang meestarikan benda pusaka ini," ucapnya.

Al Kalam mengatakan juga siap bersinergi dengan pemerintah dalam melestarikan benda pusaka Sulawesi Selatan.

Alhamdulillah kita setiap tahun punya tamu dari pemerintahan, kemarin ada bapak SYL, ada juga Agus Arifin Nu'mang yang semuanya diberi tongkat komando dari bapak Al Kalam. Pejabat yang datang kami beri cenderamata tongkat komando, dan itu orisinil ada isinya, spesial bukan biasa atau pajangan," pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help