Pekan Depan, Jaksa Bacakan Tuntutan Terdakwa Korupsi Kades Taraweang Pangkep

Penyalahgunaan bantuan masjid di Taraweang senilai Rp 20 juta yang dananya diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama

Pekan Depan, Jaksa Bacakan Tuntutan Terdakwa Korupsi Kades Taraweang Pangkep
munjitribunpangkep
Kejari Pangkep saat ini memeriksa Kepala Desa Taraweang, Wahyu Ali Dama di kantor Kejari Pangkep, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (9/8/2017). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) 2017 Desa Taraweang pekan depan membacakan tuntutan terdakwa, Wahyu Ali Dama.

"Iya pekan depan sudah dijadwalkan sidang mendengar tuntutan JPU," kata Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pangkep, Andi Novi, Selasa (11/9/2018).

Andi Novi menuturkan dalam tuntutan jaksa memakai pasal 2 dan pasal 3.

Sebelumnya diberitakan, Wahyu Ali Dama ditetapkan lagi menjadi tersangka kasus penyalahgunaan bantuan masjid Istiqamah dan papan monografi di Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (18/7/2018).

Penyalahgunaan bantuan masjid di Taraweang senilai Rp 20 juta yang dananya diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama tahun 2017.

Papan monografi Rp 2, 379 ribu dan pengadaan lampu jalan desa senilai Rp 140 juta.  

Total yang dikorupsi itu Rp 162, 379 ribu di kasus keduanya.

Saat ini tersangka ditahan di Lapas Makassar.

Sebelumnya, bulan September 2017, Kejari Pangkep menangani kasus pertama kepala desa Taraweang, Wahyu Ali Dama karena melakukan korupsi Dana Desa 2016.

Di kasus pertama dia terbukti bersalah dan dituntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Tersangka telah didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor.

Penahanan Wahyu Ali Dama karena tersangka kasus korupsi Dana Desa 2016 dengan kerugian negara Rp 154 juta.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help