Meriahkan Hari Kopi Internasional di Makassar, Kobass Pinrang Kirim Roaster Perempuan

Pihaknya juga telah mempersiapkan roaster perempuan Nurmina (23) untuk beraksi di Hari Kopi International nantinya.

Meriahkan Hari Kopi Internasional di Makassar, Kobass Pinrang Kirim Roaster Perempuan
hery syahrullah/tribunpinrang.com
Roaster Kobass Pinrang, Nurmina 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, LEMBANG - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menyemarakkan Hari Kopi Internasional di Makassar pada Oktober mendatang.

Sejumlah pengelola kopi dari berbagai daerah pun mulai mempersiapkan diri dalam menyemarakkan momentum tersebut. Tak terkecuali, pengelola Kopi Basseang (Kobass), Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Founder Kobass (Kopi Basseang), Isra Amin mengapresiasi pemerintah Sulsel yang menerima tawaran sebagai tuan rumah International Coffee Day 2018.

Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan momentum untuk lebih mensejahterakan petani kopi. Khususnya di Sulsel.

“Kita berharap dengan hadirnya International Coffee Day di Makassar, stakeholder yang bersangkutan dapat lebih memperhatikan kesejahteraan petani kopi di Sulsel. Termasuk di wilayah Basseang Pinrang," kata Isra kepada TribunPinrang.com, Selasa (11/9/2018).

Baca: Hari Kopi Internasional Angkat Tema Perempuan Dalam Kopi, Ini Kata Pengelola Kobass Pinrang

Baca: Di Warkop Kobass II, Komunitas Pemuda Pinrang Diskusi 2019 Ganti Presiden

Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan roaster perempuan Nurmina (23) untuk beraksi di Hari Kopi International nantinya.

"International Coffee Organization (ICO) telah memilih tema khusus untuk perayaan tahun ini. Temanya adalah Perempuan dalam Kopi. Makanya, kami juga kirim roaster perempuan," jelasnya.

Sementara itu, Nurmina mengatakan pihaknya telah siap berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut. "InsyaAllah kami siap," ujarnya.

Apalagi, lanjut mahasiswi Umpar ini, sebelum bisa mengoperasikan mesin rosting kopi, ia telah terbiasa memanggang kopi dengan menggunakan wajan di atas tungku kayu.

“Proses pemanggangan kopi ini tujuannya untuk menghasilkan rasa selera kopi yang lebih baik. Lewat modal pengalaman itu, saya antusias turur serta," tuturnya.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help